Dorfin Felix (Foto: Istimewa)

gerbangindonesia.co.id, Mataram- Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana mengatakkan, Divisi Profesi dan Keamanan (Divpropam) polda NTB akan melakukan pemeriksaan internal untuk menguak modus pelarian Dorfin Felix, Bule Prancis yang kabur dari tahanan Polda NTB.

“Tidak hanya anggota yang jaga diperiksa, pejabatnya (Direktorat Tahti Polda NTB) sampai tahanan, semua akan diperiksa,” ujar Komang Suartana Selasa (22/1).

Begitu juga terkait dengan adanya isu yang menyebutkan bahwa ada keterlibatan anggota yang menerima uang sogok Rp10 miliar untuk memuluskan modus pelarian Dorfin ini masih didalami propam.

“Soal isu itu (dapat uang sogok Rp10 miliar) belum dapat informasinya. Intinya semua masih didalami penyidik propam, akan kita lihat nanti,” kata Suartana.

Dalam perkembangan kasusnya, berkas milik Dorfin telah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi NTB. Penanganannya tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti yang rencananya akan dilaksanakan Senin (21/1).

Dorfin ditangkap karena berusaha menyelundupkan narkoba senilai Rp3,2 miliar lewat Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aksinya pada 21 September 2018, sekitar pukul 11.45 WITA itu terungkap dari pemeriksaan barang bawaan yang dilakukan petugas Bea Cukai di jalur kedatangan penerbangan internasional.

Barang yang ditemukan dalam bentuk pecahan kristal, serbuk dan pil atau tablet. Barang-barang itu ditemukan petugas dalam sembilan bungkus besar.

Pecahan kristal berwarna cokelat itu diduga narkotika jenis methylenedioxy methamphetamine (MDMA) seberat 2.477,95 gram. Kemudian, satu bungkus besar berupa serbuk putih diduga narkotika jenis ketamine seberat 206,83 gram dan satu bungkus serbuk berwarna kuning dari jenis amphetamine dengan berat 256,69 gram.

Untuk yang bentuk pil atau tablet, petugas mengamankan barang diduga narkoba jenis ekstasi sebanyak 850 butir. Dari jumlah tersebut, 22 butir di antaranya berwarna cokelat dengan bentuk tengkorak.

Akibat perbuatannya, Dorfin dijerat dengan sangkaan Pasal 113 Ayat 2 dan atau Pasal 114 Ayat 2 dan atau Pasal 112 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here