Almarhum Tuan Guru Haji Yusuf Abdussatar (foto/ Istimewa)

Gerbang.co.id, Mataram- Penghafal Al-qur’an pertama di bumi Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Haji Yusuf Abdussattar menghembuskan nafas terakhir di RSI Mataram setelah berkali kali keluar masuk rumah sakit.

Ribuan ucapan bela sungkawa dan doa dipanjatkan, tak hanya oleh santri santri  Pesantren Yusuf Abdussatar namun ribuan doa juga mengalir dari murid murid Almarhum Tuan Guru sejak pertama kali mengajar.

Salah satu muridnya dalah Tuan Guru Fauzan Zakaria Amin, yang juga pendiri Pesantren Huffaz, Al-Madani Pusat Pembibitan Penghafal dan Pemangku Al-qur’an Lombok Timur.

TGF sapaan akrabnya mengaku sosok TG Yusuf Abdussatar adalah guru pemangku Al-Quran karena kiprahnya yang benar benar menjaga dan mengamalkan serta mengajak orang-orang untuk menajdi penghafal Al-Quran.

“Beliau adalah mursyidul huffaz (guru para pemangku alquran) ada ratusan pimpinan pondok pesantren adalah murid beliau dan pernah talaqqi alquran.. Beliau adalah inspirator terkuat saya peribadi dalam hal menjadikan diri dan keluarga sebagai ahli Al-Quran. Seluruh Gerak gerik, berjalan, diam, berdiri, duduk bahkan berbaring pun beliau zikir dengan Al-qur’an,” kata TGF kepada gerbangindonesia.co.id, Senin (28/1)

Menurut TGF, Almarhum TG Yusuf Abdussatar sejak masa muda telah menuntut ilmu di Universitas Ummul Qura, Mekkah, Arab Saudi, dan menjadi spesialis ilmu alquran. Saat studynya selesai, TG Yusuf kembali ke kampung halaman untuk mengajarkan Al Quran.

Kegigihan sosok TG Yusuf dalam mengabadikan Al-Quran dengan menghafal tersebut menjadi inspirasi bagi TGF untuk mengamalkannya di pesantren. TGF juga meminta lembaga pendidikan di NTB mengharuskan siswanya untuk mengahafal Al-Quran. Agar Al-Quran tetap terjaga dan banyak para penghafal di bumi 1000 Majid ini.

“Nilai nilai Al- quran harus menjadi warna yang paling menonjol dalam seluruh aktifitas kehidupan di bumi seribu masjid ini, Semestinya seluruh lembaga pendidikan mengharuskan agar siswa siswi memiliki hafalan Al-quran walau hanya satu juz dlam setiap jenjang pendidikan, agar perjuangan TG Yusuf bias dilanjutkan di masa saat ini” kata dia.

“Selamat jalan Tuan Guru kami, sang penjaga kalam kalam suci. Akan kami lanjutkan perjuanganmu,” tandas Tuan Guru Fauzan Zakaria Amin.

Untuk diketahui, TG Yusuf Abdussatar meninggal duni pada hari Minggu (28/1). Sosok Almarhum dikenal sebagai orang yang pertama kali menghafal Al-Quran di provinsi NTB.

Ribuan orang memadati pemakaman Alm TG Yusuf, Sepanjang Jalan Tgh Ibrahim Khalidi, Kediri, Lombok Barat macet total, mulai dari Masjid Jami’ Kediri hingga pekuburan umum desa Kediri sesak padat merayap lantaram banyaknya para pelayat.

Hadir pada acara pemakaman tersebut para tokoh agama, tokoh masyarakat sepulau lombok. Termasuk Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang juga Alumni Pondok Pesantren Al-Islahuddiniy.

“Almarhum mungkin generasi pertama Hafiz Al Qur’an di Lombok & NTB. Dan beliau saya istilahkan sebagai Tuan Guru Al Qur’an. Karena sepengetahuan saya beliau tidak mengisi pengajian umum bahkan di Madrasah Al Ishlauddiny selain mengajar sesuatu yang berkaitan langsung dengan Al Qur’an,” kata Fauzan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here