Anggota Fraksi PPP MPR Achmad Baidowi.

gerbangindonesia.co.id, Jakarta – Anggota Fraksi PPP MPR Achmad Baidowi mengakui masih adanya masyarakat, terutama di daerah yang sulit terjangkau (daerah terpencil), belum mengetahui pemilihan umum (Pemilu) dilakukan secara serentak. Sehingga, peran media massa sangat penting untuk menginformasikan berita pemilu serentak yang baru pertama kali diadakan di Indonesia.

‘’Selain peran penyelenggara pemilu dan peserta pemilu, peran media massa sangat besar untuk menekan angka golongan putih (golput) melalui sosialisasi,’’ kata Anggota Fraksi PPP MPR Achmad Baidowi, di Jakarta, Senin (18/2).

Achmad Baidowi yang juga anggota Baleg DPR RI ini menjelaskan, dalam literatur kepemiluan, terdapat empat penyebab golput. Di antaranya; karena tidak masuk dalam DPT, karena kesibukan dan lain hal sehingga saat pemilu tidak sedang berada di tempat, karena tidak cocok dengan program pasangan calon, dan menganggap pemilu tidak linier dengan kesejahteraan.

Awiek, begitu Achmad Baidowi biasa disapa memperkirakan angka golput dalam Pemilu 2019 nanti tidak besar, karena pemilu dilakukan serentak. ‘’Kami yakin ada penurunan angka golput. Dengan pemilu serentak ini, maka semua elemen ikut bergerak,’’ ujarnya. Untuk mengurangi angka golput, Wakil Sekjen PPP ini menekankan pentingnya sosialisasi tentang Pemilu 2019 kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here