Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati.

gerbangindonesia.co.id, Mataram – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan sebanyak 61 orang di Kota Mataram yang akan mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Dari 61 orang itu, di antaranya 48 guru, empat tenaga kesehatan dan sembilan tenaga penyuluh Dinas Pertanian dari kuota P3K Kota Mataram sebanyak 88 orang.

Nelly menjelaskan, rendahnya peserta yang masuk kualifikasi karena mereka kesulitan untuk mendaftar dan waktunya yang sangat mepet. Meskipun jumlah peserta yang masuk kualifikasi lebih rendah dari formasi yang tersedia, namun belum tentu semua bisa langsung dinyakan lulus. ‘’Akan ada penetapan kelulusan menggunakan ambang batas seperti halnya rekrutmen CPNS, dan penetapan itu masih kita tunggu,’’ katanya di Mataram, Kamis (21/2).

Adapun terkait jadwal tes rekrutmen P3K Kota Mataram tersebut, jika tidak ada perubahan, maka akan dilaksanakan pada akhir pekan yakni Sabtu (23/2), yang pelaksanaannya dipusatkan di SMKN 2 Mataram. Mengingat tes P3K tersebut menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) seperti halnya ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Nelly menjelaskan, agar pelaksanaan bisa terlaksana lancar, maka BKPSDM merencanakan sebelum tes berlangsung akan dilakukan simulasi pada Jumat (22/2) petang.

Dalam pelaksanaan tes, lanjut Nelly, sepenuhnya menjadi kewenangan dari Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi bekerja sama dengan pemegang kebijakan CAT UNBK. ‘’Apa soal yang akan diberikan kepada para peserta tes P3K, sama sekali kami tidak tahu dan tidak ada gambaran,’’ ungkapnya.

Dalam proses rekrutmen P3K ini, kata Nelly, yang menjadi kebijakan pemerintah pusat itu semua proses berjalan dengan cepat dan daerah sangat minim informasi, sehingga seolah-olah pemerintah menyerahkan semua ke daerah. ‘’Jadi kita kadang bingung,’’ ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here