Kabag Ops Polres Mataram Kompol Taufik (kanan) memimpin apel gelar pasukan pengamanan gabungan TNI-Polri di Mapolres Mataram, NTB, Jumat (19/4/2019). (Foto Antara/Dhimas BP

gerbangindonesia.co.id, Mataram – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta pihak kepolisian untuk meningkatkan kegiatan patroli lapangannya, khusus pengawasan kepada pihak panitia penyelenggara Pemilu 2019 ditingkat kecamatan.

“Kami rasa patroli lapangan harus bisa ditingkatkan, tidak hanya di PPK saja, karena rentan juga terjadi penyimpangan diluar pelaksaan penghitungan suara,” kata Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri di Mataram, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya, Bawaslu Mataram telah memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang terindikasi rawan munculnya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dari pemetaannya, terindikasi 315 TPS rawan kecurangan.

Selain pemetaan TPS rawan, distribusi logistik dan netralitas penyelenggara pemilu, menjadi konsentrasi tugas bawaslu di lapangan.

Karena itu, Bawaslu Kota Mataram dikatakan telah menyiapkan tim patroli yang bertugas mengawasi kegiatan mulai dari masa tenang, pencoblosan, sampai penghitungan surat suara.

Selain bawaslu, pihak kepolisian juga memiliki tim yang mengemban tugas sama seperti bawaslu. Hanya saja, kepolisian bertugas sebatas melakukan penindakan di lapangan.

Dalam kegiatannya di lapangan, kepolisian juga berkoordinasi dengan bawaslu. Patroli lapangan menjadi langkah koordinasinya bersama bawaslu.

Sampai saat ini, pesta demokrasi serentak skala nasional telah masuk tahap pleno rekapitulasi dan penghitungan suara ditingkat kecamatan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mataram, menyebutkan proses penghitungan suara Pemilihan Umum 2019 ditingkat kecamatan ditargetkan tuntas dalam sepuluh hari ke depan, terhitung sejak Jumat (18/4/2019) lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here