Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti di Mataram Rabu (22/1).

Gerbang.co.id, Mataram- Menyambut MotoGP 2021 Dinas Perindustrian NTB mengaku Industri Kreatif Menengah (IKM) tengah berbenah. Mereka telah menunjukkan semangatnya tanpa perlu didekte oleh pemerintah. Kesadaran itu hadir ditandai dengan terbentuknya Forum IKM di Lombok Tengah.

“Insyallah dengan forum IKM itu akan lebih terarah oleh pemerintah mana IKM yang akan kita suport untuk bisa memiliki daya saing sehingga prodak nanti bisa sesuai dengan standar standar yang sudah ditetapkan oleh EO penyelenggara Moto GP,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti di Mataram Rabu (22/1).

IKM yang dilihat berbenah misalnya
IKM Tenun, ekonomi kreatif, industri olahan dan industri kreatif termasuk makanan dan minuman yang nantinya akan memenuhi kebutuhan hotel yang ada di NTB.

“Saat ini kami sedang membina IKM-IKM itu dalam komunitas jadi kita sedang mendorong komunitas komunitas berbasis komoditi dengan demikian akan memudahkan untuk kita mendampingi atau membina,” jelasnya.

Ia juga mengatakan dalam satu komoditi itu tidak hanya berdiri namun akan saling mengisi misalnya satu IKM butuh bahan baku sehingga IKM yang fokus di bahan baku akan siap menyiapkannya. Begitu juga dengan ada yang fokus di olahan pasca panen maka baru bisa masuk dunia pasar pasca panen.

“Nah ini yang akan kita dorong hadir di setiap produk sektor unggulan. Sehingga enak membinannya dan ketersediaan bahan baku dan jaminan pasar antara industri tadi mulai hulu sampai hilir sudah merasakan sendiri,” ulasnya.

“Yang bahan baku pasti sudah terserap oleh penyedia di pengolahan pasca panen. Sekarang IKM fokus disitu ini yang menjadi bahan dasar dan kwalitasn IKM industi olahan,” tambahnya menjelaskan.

Disinggung dukungan pemerintah? Pemrintah tentu akan menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Sama halnya saat ini mereka betul betul dibina.

Data Dinas Perindustrian NTB sebanyak 20 an ribu IKM namun yang punya legalitas/izin hanya diangka 13 ribu saja. Menurutnya pemerintah yang melakukan pendampingan Bimbingan Teknis atau pelatihan tidak langsung mengantar IKM tersebut sampai ke proses perizinan.

“Kita dorong supaya mereka dibimbing sampai punya izin. Artinya tidak dilepas begitu saja,” pungkasnya. (Yati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here