GerbangIndonesia.co.id, Mataram – Pada masa pandemic Virus Corona saat ini, aktifitas di Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Mataram masih tetap berlangsung. Namun, jumlah sapi yang dipotong menurun sebesar 50 persen dari biasanya. Hal ini disebabkan karena daya beli masyarakat menurun serta harga sapi siap potong yang cukup tinggi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli Kamis (14/5) di Mataram menyebutkan, biasanya jumlah sapi yang dipotong di masing-masing RPH di Kota Mataram mencapai 20-25 ekor per hari. Namun sejak moratorium pengiriman sapi siap potong di buka dan dampak penyebaran Virus Corona, jumlah sapi yang di potong hanya 10-12 ekor per hari baik di RPH Majeluk maupun di Sekarbela.
“Terjadi penurunan setengahnya. Jadinya sekarang itu dalam sehari ada yang 10, ada juga 12 ekor yang di RPH Majeluk. kalau di RPH Gubuk Mamben Sekarbela ya sama 10-15 ekor per hari. Karena kalau normalnya itu Rp 20-25 ekor per hari,” ujarnya Kamis (14/5)
Diterangkan Mutawalli, tingginya harga sapi siap potong saat ini disebabkan karena moratorium pengiriman sapi ke luar daerah sudah dibuka. Sehingga para peternak mulai mengirim sapi siap potong yang dimiliki dan berdampak pada persediaan di dalam daerah menipis.
“Mohon maaf ini ya, ini karena kecendrungan harga daging naik karena mahal juga harga sapi sekarang. Sehingga para jagal ini tidak berani, dan mereka memotong untuk memenui permintaan pelanggan agar tidak hilang. Kenaikan harga sapi ini karena saat ini boleh mengirim keluar daerah,” katanya
Kondisi ini mempengaruhi harga di pasar. Di mana, harga daging sapi lokal yaitu sebesar Rp 115 – 125 ribu per kilo. Tidak saja daging sapi, harga daging sapi beku atau impor juga mengalami hal yang sama yaitu Rp 90 ribu per kg, yang biasanya Rp 80 ribu per kg.
“Harga daging lokal sekarang itu itu sudah Rp 135 ribu per kg,”sebut Mutawalli
Hal ini disebabkan karena negara penyuplai daging impor beku yaitu India memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah akibat Virus Corona. Sehingga saat ini, daging sapi impor didatangkan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Daging beku itu India asalnya, tapi sekarang lockdown sehingga distop. Maka masuklah dari Australia,” pungkasnya. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here