GerbangIndonesia, KLU – Rencana menuju New Normal yang digaungkan pemerintah menjadi lampu hijau untuk membuka kembali aktifitas pariwista Lombok Utara. Direncanakan aktiftas pariwista akan dibuka kembali pada 20 Juni mendatang oleh Pemerintah Provinsi. Sementara tiga gili dijadikan sebagai percontohan.

Kendati demikian meskipun mendapat kesempatan membuka kembali usaha, namun sebagian pengusaha wisata justru belum siap. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma.

“Kami sudah diskusi dengan sejumlah pengusaha. Dan mereka memang belum siap,” ungkapnya.

Ditambahkan Vidi, pengusaha yang menyatakan tidak siap sebagian besar mereka yang tidak masuk dalam asosiasi, baik APGT maupun GAH, terutama sejumlah pengusaha besar yang ada. Mereka dikatakan Vidi memberikan alasan terkait dengan itu. Diantaranya berbicara soal operasional yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan variabel coast yang dikhawatirkan tidak dapat tertutupi. Mengingat dalam pembukaan aktifitas usaha ini harusnya diimbangi dengan kunjungan wisatawan.

“Jadi dengan kondisi saat ini kami tidak bisa tekankan untuk pengusaha membuka usaha secara maksimal, bisa bertahap dulu dengan membersihkan atau perawatan property mereka yang ada. Nah setelah itu baru ke tahapan lanjutan dengan melihat situasi perkembangan ke depan,” cetusnya.

Sebagai catatan, bahwa akibat dari dampak Covid-19 nyaris semua hotel dan restoran yang ada di Lombok Utara tidak beraktifitas. Sehingga pekerja wisata pun harus dirumahkan. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, jumlah pekerja industri wisata total sebanyak 6000 lebih.

Vidi menyebut dalam upaya New Normal ini para pekerja diharapkan bisa beraktifitas bekerja kembali, meskipun tidak semua yang dipanggil bekerja dalam waktu dekat. Karena situasi maka itu dapat dipahami. Sebagai instansi yang membidangi pariwista kata Vidi, pihaknya berupaya untuk memberikan keyakinan kepada para wisatawan bahwa kawasan wisata tiga gili saat ini aman dikunjungi. Sebab sampai saat ini kasus Covid-19 tidak diketemukan. Sedangkan dalam situasi sekarang Vidi menyebut, ada dua strategi dalam membangun image wisata yang ada. Diantaranya membangun trust dan keyakinan tamu bahwa daerah itu aman dikunjungi.

“Jadi pengusaha juga bisa membuka hotelnya untuk karantina bagi tamu. Aama halnya beberapa hotel di Senggigi yang melakukan cara demikian untuk tetap mendapat income,” cetusnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here