GerbangIndonesia, Mataram – Imbauan larangan bermain layangan yang dikeluarkan Satpol PP Kota Mataram nyatanya tidak diindahkan. Hingga kini masyarakat masih tetap bermain layangan.

Hal itu diakui Komandan Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, Rabu (24/6). Ia mengatakan, saat ini permainan layangan yang digemari oleh masyarakat menggunakan benang yang cukup berbahaya. Selain itu, permainan ini juga sekarang saling adu. Sehingga hal ini mengganggu ketertiban masyarakat.

“Tetep pagah. Main layangan biasa saja nggak usah pake adu-aduan. Pakai benang biasa juga kalau putus di jalan nggak sampai bikin luka kalau nyangkut di leher,” katanya.

Ditambahkan, patroli yang dilakukan saat ini tidak lagi menyasar masyarakat yang masyarakat bermain layangan, melainkan para pedagang layangan. Karena selama ini, layangan yang disita petugas tidak memberikan efek jera kepada masyarakat. Selain itu, masih maraknya permainan layangan di Kota Mataram ini disebabkan karena kepala lingkungan dan juga lurah tidak mengeluarkan larangan.

“Kita akan coba razia sumbernya, karena percuma diambil layangannya, tapi mereka beli lagi. Terutama yang jual benang gelasan. Kita minta untuk tidak jual benang gelasan (tajam). Belum, mungkin kaling lurahnya cuek juga tidak menyampaikan ke warga. Ada beberapa oknum ya. Buktinya saat di patroli anak-anak itu bilang tidak tahu kalau dilarang,” akunya.

Jika masih tetap bermain layangan, masyarakat disarankan untuk menggunakan benang yang tidak berbahaya. Selain itu, saat ini beberapa pedagang juga sudah menjual layangan yang memiliki bentuk yang beraneka ragam. Adapun benang yang digunakan yaitu tali dan tidak berbahaya bagi masyarakat lainnya.

“Kan ada yang main layangan seni itu bagus. Benangnya dari tali. Harusnya begitu main layangan,” pungkasnya. (gi02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here