GerbangIndonesia, Lotim – Dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir pantai melalui program binmas perairan, Wakapolda NTB meresmikan Kelompok Tani Garam Beryodium Jangkar Biru. Kelompok Tani mitra Dit Polairud Polda NTB dengan petani di Dusun Kedome Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Kamis (25/6).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolda NTB, Bupati Lombok Timur diwakili oleh Sekda Lombok Timur, Dirpolairud Polda NTB, DirLantas Polda NTB, Kapolres Lombok Timur, Fropincam Kec. Keruak dan Petani garam Kecamatan Keruak.

Wakapolda NTB beserta rombongan tiba di lokasi pengolahan hasil petani garam pukul 09.45 wita. Disambut oleh Fropinda Kabupaten Lotim, Fropincam keruak serta petani garam.

Dirpolairud Polda NTB selaku pembinaan petani garam menyampaikan, dengan adanya program ini berharap kelompok tani garam yang sudah dibina selama ini bisa memberikan semagat lagi untuk lebih meningkatkan hasil pertani garam dan lebih disiplin dalam bekerja. Sehingga hasil garam yang dicapai lebih baik lagi ke depan.

“Terimakasih kepada Bapak Wakapolda NTB yang hadir dalam pembentukan kelompok petani garam. Yang selama ini dari Polairud Polda NTB telah membuat kemitraan kepada kelompok-kelompok tani garam di wilayah NTB, termasuk petani garam di Dusun Kedome ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda NTB berpesan dalam pembentukan petani garam beryodium di Kecamatan Keruak ini dapat lebih memberikan semangat untuk lebih giat bekerja untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Juga tidak lupa dia mengingatkan agar petani garam yang dibentuk saat ini harus menjaga kesehatannya dan keselamatan diri, menggunakan alat kelengkapan kerja sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

“Agar dalam bekerja, berpikirlah menjadi seorang pembeli. Sehingga kualitas barang yang kita produksi akan menjadi baik dan bisa bersaing dengan daerah-daerah lain. Kalau bisa, kita impor keluar negeri,” harapnya.

“Kita sebagai petani garam tidak bisa terus-terus menyalahkan pemerintah yang semestinya dari diri kita harus memiliki pemikiran, bagaimana bisa menyumbangkan karya-karya kita kepada negara untuk dapat dijual di luar negeri,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here