GerbangIndonesia, Lotim – Adanya isu penghapusan Pelajaran Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di satuan pendidikan membuat Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur, Azharuddin mengatakan, sebelumnya Kemenag RI menerbitkan KMA 183 dan KMA 184 2019. Keputusan ini merupakan penyempurna dari KMA sebelumnya, bahkan pelajara agama pada KMA yang terbaru semakin bertambah.

“Tetep kok ada pelajaran agama, bahkan nambah. Pelajaran agama kita kan ada 4, ada Quran hadits, aqidah ahlak, SKI dan fiqih,” ungkapnya, Selasa (14/7).

Merujuk pada surat edaran Kemenag RI Pusat lanjut Azharuddin, terutama pada poin ketiga yang dianggap menjadi permasalahan mengatakan bahwa, dengan berlakunya KMA 183 tahun 2019 dan KMA 184 tahun 2019 maka tahun 2020/2021 KMA 165 tahun 2004 tentang Kurikulum 2013 mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah tidak berlaku lagi.

Adapun untuk pelajaran Bahasa Arab sendiri ditaruh di kelompok bahasanya, sehingga adanya statement yang mengatakan pelajaran Bahasa Arab dan PAI ditiadakan dianggap keliru.

“Kemarin memang tidak dimasukkan pada KMA terbaru, itu karena itu penyempurnaan dari KMA sebelumnya. Jadi kalau ada yang statement bilang pelajaran Bahasa Arab dan PAI Ditiadakan, itu keliru,” ketusnya.

Lanjutnya, untuk pelajaran PAI sendiri di satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag diklasifikasikan atau dibahas secara khusus. Tidak seperti sekolah umum lainnya yang dibahas secara umum. (gi03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here