Menteri BUMN Erick Thohir. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

GerbangIndonesia, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNErick Thohir bakal segera menutup tujuh BUMN. Penutupan tujuh BUMN ini lantaran usahanya tidak lama beroperasi.

Namun demikian, Erick tidak secara gamblang menyebutkan keseluruhan mana saja BUMN yang akan ditutup usahanya.

“Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi, ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung,” ujar Erick kepada wartawan yang ditulis, Jumat (24/9/2021).

“Nanti di situ ada PT Industri Gelas (Persero) atau IglasMerpatiKertas Leces. Ini hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada,” tambah dia.

Baca Juga:Erick Thohir Rekues ke Melly Goeslow Ciptakan Soundtrack Film Ini

Ketua Pelaksana KPCPEN ini menuturkan, keputusannya untuk menutup usaha BUMN ini, karena usaha BUMN ini tidak dalam kondisi yang sehat.

Selain itu, Ia melihat BUMN-BUMN belum bisa mengikuti kondisi pasar yang terbuka dan digitalisasi juga.

“Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa memperbaiki, cuma karena prosesnya belum jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup,” tutur dia.

Meski begitu, untuk menutup usaha BUMN itu tidak seperti membalikkan tangan. Perlu proses yang panjang untuk bisa benar-benar menutup usaha BUMN itu.

Maka dari itu, Ia meminta kepada semua pihak agar bisa memberikan kewenangan kepada Kementerian BUMN agar bisa menutup atau memerger BUMN-BUMN yang tengah bermasalah.

Baca Juga:Melly Goeslaw Bangga Bisa Ciptakan Soundtrack untuk Film Kadet 1947

“Karena itu kita meminta, apalagi memang ini dari DPR langsung dan karena itu kemarin saya di Krakatau Steel meminta dukungan dari bapak Presiden RI Joko Widodo dan semua menteri, berilah kepercayaan kepada kami sebagai Kementerian BUMN untuk bisa menutup dan menggabungkan (merger) perusahaan BUMN dengan cepat,” ucap dia. (red)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here