Pintu Masuk Desa Jeruk Manis Kecamatan Sikur Lotim. FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA.

GerbangIndonesia, Lotim – Sebagai Desa Penyangga dari Desa Tete Batu yang terpilih sebagai salah satu dari tiga desa di Indonesia yang ikut serta dalam program United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) Best Tourism Villages, Desa Kembang Kuning saat ini tengah mempersiapkan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan melakukan penantaan di sejumlah destinasi wisata.

Kapala Desa Jeruk Manis, Nurhadi Mu’is menyampaikan, saat ini Pemdes Kembang Kuning tengah melakukan persiapan dan penataan baik dari jalan destinasi wisata dan mempercepat pembuatan jembatan gantung untuk wisata bukit bunga.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ternyata Batik Dulu Hanya Dipakai Kalangan Keraton

“Jalan-jalan di Jeruk Manis itu saat ini kita lagi tata. Kita juga buat selter-selter dan juga kita sedang mempercepat pembangunan jembatan gantung di wisata bukit bunga,” terang Nurhadi saatdi temui di Selong, Senin (4/10).

Kata dia, semua desa di NTB khususnya di Lotim harus mendukung Desa Tetebatu untuk menjadi desa terbaik dunia, tidak hanya desa yang ada di Kecamatan Sikur atau desa tetangga saja.

Menurut dia, dengan masuknya Desa Tetebetu menjadi perwakilan UNWTO tidak hanya berimbas kepada desa jeruk manis atau desa tetangga saja, namun semua desa di Lotim akan merasakan dampaknya.

“Belum tentu nanti tamu yang datang itu hanya ke Tete batu saja, tentu akan datang ke desa-desa yang lain di NTB ini, khususnya di Lotim. Wisatawan juga butuh tempat makan, atau tempat nginap. Jadi desa-desa yang lain akan ikut kecipratan,” katanya.

Ia menambahkan,Destinasi wisata Desa Jeruk Manis juga sudah bayak dikenal wisatawan sehingga tidak menutup kemungkinan para wisatawan akan bayak yang datang dan menginap.

“Tempat wisata kita banyak, air terjun saja ada tujuh di Jeruk Manis, sehingga ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kita,” imbuhnya.

Selain itu, Pemdes Jeruk Manis saat ini juga tengah mempersiapkan homestay. Selain homestey milik desa, pihaknya juga mendorong masyarakat sekitar untuk meyiapkan kamar dengan arsitek homestay.

Baca Juga: Remaja di Madiun Ngaku Dihamili Genderuwo, Polisi Tunggu Hasil Tes DNA

“Untuk homestay kita punya sekitar enam yang komersial. Nanti kita minta masyarakat  juga meyiapkan kamar tidurnya. Kita juga saat ini sedang membangun RTLH dengan konstruksi homestay,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here