Share Post

Bangkit Usai Wabah, Begini Trik yang Harus Dilakukan Pemerintah

Share Post

Ketika Bonus Demografi Datang Untuk Indonesia

Pemerintah kita sebenarnya berpikir jauh ke depan. Soal apa yang harus disiapkan ketika nanti bangsa ini berada pada masa puncak bonus demografi. Sekitar tahun 2030-2045. Ketika itu 70 persen penduduk adalah usia angkatan kerja, usia produktif, dan harus punya pekerjaan.

Pilihannya hanya dua, menyiapkan iklim berusaha yang kondusif agar tersedia cukup lapangan kerja, atau biarkan saja keadaan hari ini berjalan apa adanya, sekalipun nanti akan berubah jadi bencana demografi. Toh bonus demografi itu tidak akan terjadi di masa pemerintahan yang berkuasa hari ini, sudah di tangan orang lain.

Pemerintah tetap jalan terus, meski buruk sangka, caci maki, bahkan sumpah serapah terhadap usaha pemerintah bertebaran di mana-mana. Karena menyiapkan lapangan kerja itu bukan hanya sebulan dua bulan. Bahkan bukan sekadar setahun dua tahun. Jadi harus dimulai dari sekarang.

Tapi tak di sangka-sangka, muncul wabah di seluruh dunia. Indonesia juga tak bisa menghindarinya. Kehidupan ekonomi mati suri. Muncullah realita yang kira-kira bisa menggambarkan masa ketika bonus demografi datang namun tidak dipersiapkan dengan baik.

Usia produktif banyak tapi sekarang banyak yang jadi pengangguran karena PHK. Industri banyak yang tutup, UMKM tak punya nafas yang panjang untuk bertahan hidup karena taka ada yang beli, daya beli masyarakat turun karena tak ada penghasilan, pekerja informal dan pekerja harian terpuruk, pengangguran di mana-mana. Urgensi terciptanya lapangan kerja justru muncul lebih cepat, tidak perlu menunggu datangnya bonus demografi itu.

Harusnya situasi ini menyadarkan kita semua. Termasuk pihak-pihak yang selama ini penuh prasangka buruk dan menghujani rencana pemerintah dengan panah-panah beracun yan melemahkan usaha merealisasikan rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Bahwa kita butuh RUU Cipta Kerja agar bisa segera bangkit. Agar kelompok-kelompok masyarakat yang terpuruk bisa bangkit kembali. Agar kelompok usia produktif yang hari ini terpaksa menganggur, bisa bekerja kembali. (*)

Recent Articles

Semua Destinasi Dijaga Petugas, Lebaran Ketupat Tak Seperti Biasanya

GerbangIndonesia, Lobar - Perayaan Lebaran Topat tahun ini terasa berbeda dikarenakan adanya wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia....

Bayi Enam Hari Positif Covid-19

GerbangIndonesia, Mataram - Seorang bayi enam hari asal Desa Merembu Kecamatan Labuapi Lombok Barat positif Covid-19. Pasien nomor...

Gubernur: Pembangunan KEK Mandalika Jalan Terus

GerbangIndonesia, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah memastikan bahwa setelah pandemi Covid-19 ini, NTB akan tetap ramah...

Diundang TV Lokal, Danrem Bahas Hari Lahir Pancasila

GerbangIndonesia, Mataram - Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila di tengah pandemi Covid-19, tidak menghilangkan makna dasar, falsafah dan...

Indonesia Siap Produksi Vaksin Covid-19

GerbangIndonesia, Jakarta - Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares, mengatakan Indonesia siap untuk ikut memproduksi...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on op - Ge the daily news in your inbox