Hari Kedua, 40 Pengendara Terjaring di Lotim

0
22
Share Post

GerbangIndonesia, Lotim – Pada hari kedua Operasi Gabungan penggunaan masker di Kabupaten Lombok Timur, sebanyak 40 pengendara yang terjaring razia. 22 diantaranya disanksi sosial dan 18 orang sisanya disanksi denda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasatpol PP) Lombok Timur, Baiq Farida Afriani mengatakan, pada hari pertama Opgab yang dilakukan di wilayah Jenggik, sebanyak 28 pengendara yang terjaring, 14 kena denda dan 14 terkena sanksi sosial.

“Yang membedakan sanksi ini, dari sisi pekerjaan pelanggar,” terang Afriani.

Dikatakan, kebanyakan para pelanggar lebih banyak terkena sanksi sosial. Namun saat ini semua warga yang berdomisili NTB yang terjaring Opgab wajib membayar denda. Mengingat Perda dan Pergub telah resmi diberlakukan.

Lanjutnya, jauh sebelum diaktifkannya sanksi denda tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi bersama jajaran TNI dan Polri. Sehingga saat ini tidak ada lagi alasan masyarakat untuk tidak tahu.

“Bahkan, diantara pengendara yang terjaring Opgab tersebut, tiga pengendara berstatus ASN,” bebernya.

Selain melakukan razia di jalan raya, pihaknya akan melakukan Opgab di tempat-tempat wisata, dan menyisir tempat yang berpotensi mengumpulkan banyak orang.

Sementara Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio menambahkan, masyarakat saat ini sudah mulai memiliki kesadaran untuk menjalankan protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker ketika keluar rumah.

“Kami di Pemkab dibagi, kita ke masjid dan alhamdulillah sudah 95 persen masjid menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga dengan penggunaan masker, karena saya langsung yang cek ke masjid,” terang Tunggul.

Dirinya berharap dengan adanya razia masker tersebut bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Mengingat razia tersebut bukan semata-mata untuk menambah PAD Lotim, namun untuk mencegah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Lotim.

“Apa sih salahnya menggunakan masker, daripada kena denda Rp 100 ribu,” tutupya. (*)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here