Mediasi Nyaris Ricuh, Warga Jerneng Tolak Pembangunan SPBU

0
76
Share Post



GerbangIndonesia, Lobar – Mediasi antara masyarakat Jerneng, Kecamatan Labuapi yang menolak pembangunan SPBU dengan PT. Sowana Pawitra Oilviana, Kamis (17/9) nyaris ricuh.

Mediasi yang digelar di aula Kantor Camat Labuapi itu mempertemukan antara perwakilan masyarakat sekitar dengan pihak pengembang.

Pihak investor berencana membangun SPBU di bagian utara pemakaman umum Demung, Dusun Jerneng. Namun rencana itu ditolak masyarakat sekitar.

“Warga keberatan karena pembangunan SPBU ini lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk,” ujar satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.

Kata dia, jarak ideal bangunan SPBU minimal 100 meter dari pemukiman.
Atas dasar inilah muncul keberatan dan penolakan dari sejumlah warga yang berbatasan langsung dengan lokasi SPBU tersebut.

Selain itu dampak lingkungan, akibat pencemaran limbah minyak, polusi udara dan zat-zat kimia lainnya juga menjadi alasan warga sekitar.

Upaya-upaya penolakan warga tersebut muncul dalam bentuk spanduk-spanduk yang berisi tanda tangan penolakan dari warga yang terpasang di sejumlah titik.


Pantauan di lapangan, proses mediasi awalnya berlangsung kondusif. Namun kondisi mulai tegang ketika Ketua BPD Desa Bagik Polak Barat menyampaikan pendapatnya terkait sikapnya yang mendukung masyarakat yang menolak pembangunan SPBU tersebut dan mengkritik sikap dan statement Kepala Desa Bagik Polak Barat.

Sempat terjadi adu argumentasi antara Ketua BPD dan Kepala Desa Bagik Polak Barat yang memantik reaksi dari warga lainnya.

Di tengah situasi yang mulai memanas Babinkamtimnas yang kebetulan hadir dalam mediasi tersebut mengambil alih forum dan situasi pun dapat dikendalikan.
Mediasi hari itu akhirnya disepakati untuk dilakukan mediasi lanjutan. (*)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here