Sempat Viral, Kini Pengunjung Sembalun Dibatasi

0
66

GerbangIndonesia, Selong – Setelah dibuka kembali destinasi wisata di Lombok Timur, khusunya di kawasan Sembalun membuat para pengunjung membludak. Bahkan sempat viral di media sosial lantaran rata-rata pengunjung mengabaikan protokol kesehatan.

Untuk mengantisipasi kerumunan yang tidak bisa terkendali, Pemkab Lombok Timur akan melakukan tindakan represif untuk mengatasi luapan tersebut.

“Minimal berdiri di situ Babhinkamtibmas, Babinsa atau Pol PP. Ketika melihat orang tidak menggunakan masker ya disuruh apalah. Itu juga untuk menyelamatkan dia sendiri dan orang lain,” ujar Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy (27/6).

Dikatakan, pembukaan destinasi wisata di Lombok Timur jangan sampai membuat kasus Covid-19 semakin merebak pada episode II ini. Mengingat pada episode pertama kasus Covid-19 di Lotim sudah mampu ditahan.

Lanjut Sukiman, mengacu pada prediksi Unram bahwa kasus Covid-19 di Lombok Timur pada bulan Juni akan mencapai 596 orang, namun hingga saat ini angka terkonfirmasi positif hanya 110 orang. 97 orang diantaranya asli bertempat tinggal di Lombok Timur dan 13 merupakan warga luar daerah.

Di satu sisi, Pemkab ingin membangkitkan prekonomian masyarakat. Tapi di satu sisi juga jangan sampai kasus Covid-19 semakin melonjak karena kurangnya kesadaran dari masyarkat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Terpisah, Sekertaris Daerah Lombok Timur, HM Juaini Taufik mengaku, untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, Pemkab akan menempatkan aparat di gerbang menuju Pusuk Sembalun. Ini untuk mengontrol dan membatasi para pengunjung guna dan mencegah kerumunan di kawasan Pusuk.

“Misalkan di Pusuk sudah mulai menumpuk, maka yang mau naik kita tahan dulu,” katanya.

Juaini menambahkan, untuk destinasi wisata maupun pusat perbelanjaan yang berpeluang mendatangkan kerumunan tanpa protokol kesehatan, maka pihaknya akan menindak tegas.

“Kita akan tindak tegas mereka yang tidak mau menjalankan protokol kesehatan, baik itu wisata maupun tempat perbelanjaan,” katanya.

Lanjut Juaini, sementara waktu pengunjung yang ber-KTP luar Lotim dibatasi untuk naik ke Sembalun. Tindakan ini sebagai respons Gugus Tugas Covid-19 Lotim untuk membatasi pengunjung ke Sembalun guna memastikan pengurangan atau pembatasan sosial. (gi03)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here