Statistik Perkembangan E-Commerce Indonesia yang Paling Diminati Investor

0
2504
Share Post

Gerbang, Jakarta – Seiring dengan menjamurnya startup di Indonesia, suntikan dana juga terus mengalir untuk membiayai perusahaan rintisan yang berbasis teknologi tersebut. Pada kuartal II 2016, Indonesia menempati peringkat kedua dalam jumlah pendanaan perusahaan rintisan di Asia Tenggara dengan nilai mencapai Rp 2,09 triliun.Pada 2017, suntikan dana untuk startup di Indonesia mencapai US$ 3 miliar, atau setara Rp 40,2 triliun.

Sekitar US$ 1,6-2,8 miliar dari jumlah total investasi tersebut mengalir startup yang telah menjelma menjadi unicorn di Indonesia, seperti Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka. Menurut riset yang dilakukan oleh DailySocial.Id, pada 2017, startup yang sukses menggaet investor adalah kategori fintech, yakni sebanyak 28 perusahaan. Angka tersebut melampaui jumlah pendanaan yang diperoleh perusahaan rintisan untuk kategori e-commerce.

Masih rendahnya penetrasi perbankan di tanah air membuka peluang bagi perusahaan rintisan yang berbasis finansial untuk meraih ceruk di sektor
pembiayaan. Hal menarik lainnya dari hasil riset tersebut adalah bahwa startup media menempati peringkat ketiga. (Baca Databoks:
Akses Perbankan Masih Rendah, Peluang Besar Bagi Fintech)

Sumber: katadata.co.id

Tokopedia kembali mempertahankan sebagai e-commerce dengan pengunjung paling banyak pada triwulan III 2018. Berdasarkan hasil riset iprice jumlah pengunjung salah satu Unicorn asal Indonesia ini mencapai 153,64 juta. Angka tersebut mengalahkan pengunjung e-commerce lainnya seperti Bukalapak, Shopee maupun Lazada. Pada triwulan sebelumnya Tokopedia juga mencatat jumlah pengunjung terbanyak, yakni mencapai 111,48 juta.

Salah satu penopang tingginya pengunjung Tokopedia berasal dari Facebook, yakni mencapai 5,89 juta. Kemudian diikuti Instagram sebanyak 903 ribu pengunjung dan Twitter 174 ribu pengunjung. Ini mengindikasikan bahwa peran media sosial terhadap penetrasi kunjungan e-commerce cukup penting. Aplikasi perdagangan elektronik tersebut telah diunduh sekitar 10 juta kali.

Jumlah populasi yang mencapai 266 juta jiwa serta wilayah yang berbentuk kepulauan membuat Indonesia merupakan pangsa pasar yang cukup menggiurkan. Ini yang menjadi alasan e-commerce global tertarik untuk menyasar pasar online lokal. Berdasarkan data internetworldstats, penetrasi internet Indonesia mencapai 53,7% dari total populasi. Sementara jumlah pengguna Facebook mencapai 130 juta.


Sumber: katadata.co.id

Sementara bukalapak di peringkat kedua, ini adalah beberpa alasan kenapa Bukalapak di dislike versi statista 2019:

Sumber : statista.com

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here