Share Post

Supli: Kondisi Loteng Mengkhawatirkan

Share Post

GerbangIndonesia, Loteng – Kroditnya kondisi keuangan daerah akibat Pandemi Covid-19 membuat sejumlah anggota DPRD Lombok Tengah angkat suara. Salah satunya adalah anggota Badan Anggaran (Banggar), HA Supli dari Fraksi PKS.

Dengan tegas Supli menyatakan jika kondisi daerah saat ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan diprediksi jika daerah tidak akan bisa berjalan baik untuk beberapa tahun ke depan jika tidak dilakukan langkah konkrit sejak dini.

“Jika tidak diambil tindakan, bisa-bisa uang daerah sekitar Rp 200 miliar tidak bisa diselamatkan,” ungkap Supli.

Dijelaskan, uang daerah dimaksud adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya ditargetkan mencapai Rp 216 miliar. Sementara kondisi saat ini, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tidak begitu maksimal diterima oleh daerah dari pusat.

Dibeberkan Supli, daerah sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 148 miliar untuk penanganan Covid-19 ini. Termasuk juga menggunakan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk hal itu.

“Satu-satunya cara agar uang daerah selamat adalah daerah mengumumkan jika kita sudah normal,” tegasnya.

Hal itu bukan tanpa dasar. Supli mengatakan jika Loteng sebenarnya sudah siap menuju normal itu sejak lama lantaran semua pasien yang terpapar bisa dikendalikan.

“Sembuh semua kan, bahkan klaster-klaster itu bisa segera dideteksi dan sembuh tanpa vaksin,” lanjutnya.

Dia mendesak agar Pemda segera membuka pasar-pasar yang sebelumnya ditutup oleh Pemda. Begitu juga dengan hotel dan segera merumuskan untuk mengembalikan kekuatan daerah dalam sektor pariwisata.

“Hanya tinggal perketat SOP saja, jangan tutup lagi pasar-pasar, hotel, tempat wisata itu,” tukasnya.

“Karena kalau tidak berproduksi sampai Desember bisa kita pastikan kalau PAD kita mendekati angka nol,” katanya.

Dari analisa yang dilakukan, banyak sektor yang akan terselamatkan saat Loteng mengumumkan normal  dalam masalah pandemi ini. Salah satunya adalah mengenai kesejahteraan guru honorer.

Sebenarnya, lanjut dia, jika normal bisa dilakukan saat ini usulan dewan sejak 2019 untuk meningkatkan gaji guru honorer berdasarkan SK Bupati menjadi Rp 1 juta per bulan bisa terealisasi.

“Kita sudah usulkan Rp 47,616 miliar untuk gaji guru honorer sebanyak 3.968 orang, ditambah lagi Rp 24 miliar untuk tenaga kesehatan. Itu belum termasuk usulan untuk guru PAUD sebanyak seribu orang lebih,” ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, pembayaran hutang untuk pembangunan kantor Bupati baru sebesar Rp 68 miliar serta pengurangan dari utang-utang lainnya sudah tidak akan dikeluarkan oleh pemerintah kembali.

“Tapi jujur kami pesimis kalau kemudian pemerintah kita tidak berani untuk mengumumkan normal saat ini. Sebab walaupun sudah ada istilah new normal dari pemerintah pusat, tapi kondisi kita masih tidak bisa merealisasikannya,” tandasnya. (gi05)

Recent Articles

Ratusan Sekolah Terancam Tak Dapat Dana BOS

GerbangIndonesia, Loteng - Pencairan dana Bantuan Operasiona Sekolah (BOS) Reguler tahap III tampaknya masih akan menemui kendala.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB Tutup Usia, Sekda: Kami Sangat Kehilangan

GerbangIndonesia, MATARAM - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Dirjaharta...

Jenazah Pasien Covid Diambil Keluarga, Polisi Turun Berikan Edukasi

GerbangIndonesia, Mataram – Pengambilan jenazah positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat...

Wagub Minta Pemkot Mataram Seriusi Tangani Covid-19

GerbangIndonesia, Mataram – Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat merupakan daerah dengan zona merah Covid-19 di Provinsi NTB,...

Emergency, Dana Langsung Cair

Gerbang indonesia, Lotim –Pencairan permohonan bantuan emergency di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur membutuhkan waktu...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on op - Ge the daily news in your inbox