Warga Kepung Kantor Lurah Gerunung, Begini Tuntutannya

2
495

GerbangIndonesia, Loteng – Puluhan warga Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya menyerbu kantor lurah setempat, Rabu (24/6). Mereka menuntut agar Lurah setempat dicopot dari jabatannya.

Warga geram lantaran menganggap Lurah Gerunung, LM Hazni tidak transparan terhadap semua pengelolaan keuangan kelurahan. Termasuk juga mengenai penyaluran sejumlah bantuan yang disalurkan pemerintah dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

Namun begitu, Lurah Gerunung yang dicari oleh masyarakat tidak hadir pada saat kedatangan masyarakat itu. Alasan yang disampaikan oleh sejumlah staf kelurahan, bahwa lurah setempat tidak hadir karena kondisi sakit.

“Pak Lurah tidak bisa hadir. Beliau sedang sakit,” jelas salah satu staf sambil menunjukkan surat keterangan sakit.

Tetapi warga yang dijelaskan oleh staf tadi tidak menerima penjelasan dimaksud. Warga menuding hal itu merupakan alasan yang dibuat-buat. Terlebih lagi aksi warga ini sudah dilakukan yang ketiga kalinya dan belum mendapat respons dari pemerintah setempat.

“Baru kemarin saya lihat bercanda di berugak. Masa sekarang sakit pas kita demo, alasan saja,” teriak salah seorang warga.

Warga yang naik pitam akibat ketidakhadiran Lurah dengan alasan yang diduga dibuat-buat sempat berencana menyegel kantor lurah.

Beruntung, Kapolsek Praya langsung datang bersama sejumlah personel meredam kegeraman warga.

“Sebentar akan datang Pak Camat, nanti sampaikan aspirasinya di depan Camat, sekarang mohon ditunggu dulu sebentar,” kata AKP Dewa Swardana.

Pasca datangnya Camat Praya, Maskur, masyarakat kembali bersuara untuk menyampaikan aspirasinya.

Salah satunya adalah Baiq Endang Susilawati yang menyampaikan bahwa Lurah melakukan tindakan Nepotisme dalam memimpin.

Hal itu terbukti dari sejumlah jabatan di kantor Lurah hingga jabatan RT dipegang oleh keluarga dari Lurah sendiri.

“Ini ada peleburan RT 3 dan RT 4 tanpa memberitahu kepada masyarakat. RT kami diberhentikan secara tidak hormat dan yang ditunjuk jadi RT oleh Lurah itu adalah keluarganya sendiri,” ungkapnya.

Personal lainnya disampaikan oleh Amrin yang menuding Lurah setempat tidak adil dalam pelaksanaan program kelurahan. Bahkan, pihaknya menuding jika Lurah setempat terindikasi melakukan penyelewengan penggunaan fasilitas negara.

Dimisalkan Amrin, adanya program pengadaan kendaraan pengangkut sampah roda tiga yang tidak disalurkan ke semua lingkungan dan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Yang pegang Kaisar (Merk Kendaraan Roda Tiga – Red) itu malah keluarganya semua,” bebernya.

Sementara warga lainnya menyampaikan bahwa sikap dan kebijakan Lurah Gerunung sudah keterlaluan. Sebab, selain persoalan yang tadi disebutkan beberapa warga, persoalan penyaluran bantuan juga menjadi sorotan.

Dia menuding LM Hazni sebagai Lurah tebang pilih dalam memberikan bantuan Covid-19 yang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang betul-betul berhak.

“Sebagian besar bantuan itu disalurkan kepada keluarganya saja, masyarakat lain cuma disuruh kumpulkan KTP dan KK tetapi seperti tidak pernah didata untuk dapat bantuan itu. Ini sepertinya sengaja warga tidak didata dan yang diusulkan itu cuma keluarganya saja,” tuding warga inisial P itu.

Sementara itu, Camat Praya, Maskur mengatakan jika pihaknya sudah memahami tuntutan warga. Termasuk juga tuntutan warga untuk penggantian Lurah dan sudah dicatat oleh pihaknya.

“Terkait tuntutan warga untuk mengganti Lurah, ini butuh proses karena yang berhak mengganti dan mencopot jabatan Lurah itu adalah Bupati,” jelasnya.

Dia berjanji akan mengkomunikasikan tuntutan warga ini ke Bupati.

“Mohon dipahami bahwa semua butuh proses dan harap bersabar sementara,” tukasnya. (gi05)

2 Comments

    • Ya mas. Gerunung sudah jadi Kelurahan, jadi pejabatnya Lurah
      namun kantornya masih ditulis desa.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here