GerbangIndonesia, Lobar – Wisata Senggigi yang sempat sempat lesu akibat terjepit Corona akhir-akhir ini mulai menggeliat seiring dengan berjalannya program PPKM Skala Mikro yang dikemas dalam Lomba Kampung Sehat Jilid II. Untuk lebih memantapkan upaya meningkatkan pariwisata di Senggigi, melalui Forkopimcam Batulayar melakukan pembenahan. Termasuk penataan wisata Senggigi untuk kenyamanan pengunjung.

“Penertiban ini sebenarnya sudah disosialisasikan sebelumnya. Karena perahu yang parkir sembarangan di Zona Wisata ini, sebagian besar dilakukan oleh nelayan di luar Senggigi,” ungkap Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, S. Sos, S.IK.

Tindakan ini dilakukan, menindaklanjuti keluhan wisatawan asing, yang merasa terganggu dalam melakukan kegiatan wisata di Senggigi.

“Bukannya dilarang, namun sudah ada peraturan yang mengatur itu. Untuk parkir perahu nelayan sudah ada tempatnya, dan ini sudah dipahami oleh nelayan di Senggigi,” jelasnya.

Sedangkan untuk nelayan dari di luar Senggigi yang belum memahami, segera dilakukan penertiban.

“Sepanjang Pantai Senggigi sampai dengan Pantai Loco, merupakan Zona Wisata, dan ini sudah diatur dalam Perda Lombok Barat,” tegasnya.

Dalam Perda Nomor 9 tahun 2015 mengenai ketentraman dan ketertiban umum masyarakat, dimana Pasal 20 menyatakan nelayan dilarang menambatkan perahu di Area Pariwisata Senggigi.

“Tindakan tetap mengedepankan cara humanis, mulai dari sosialisasi dan imbauan, memberikan surat teguran dan hari ini kita melakukan penertiban langsung di lapangan,” terangnya.

Tindakan Nelayan yang masih belum memahami dan menyadari akan ketertiban di Area Senggigi ini, menimbulkan banyak dampak dan permasalahan, sehingga penertiban ini segera dilakukan.

“Yang jelas sampah merupakan masalah utama. Tentunya sangat kontra produktif dalam upaya menciptakan wisata sehat di tengah pandemi saat ini,” imbuhnya.

Di samping itu, didapati masih ada yang buang hajat sembarangan di Zona Wistaa ini, tentunya merupakan pemanadangan yang tidak patut diperlihatkan kepada para wisatawan.

“Kegiatan ini akan dilanjutkan hingga satu bulan ke depan, menghalau nelayan yang masih nekat menambatkan perahunya, atau pada saat hendak naik ke pantai,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here