Bupati Lombok Tengah bersama Waka Polres Lombok Tengah melaunching Kampung Horti di Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah, Kamis (27/5/2021). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 hampir melanda seluruh negara di dunia. Dampaknya pun sistemik pada berbagai dimensi kehidupan. Tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada sektor lain seperti sosial budaya, politik hingga ekonomi.

Lalu Habib Fadli, Lombok Tengah

menghadapi pandemi Covid-19, Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri tak hilang akal. Kali ini, dia melaunching Kampung Horti dirangkaikan dengan Penyerahan Kartu Asuransi tani serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian di Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah, Kamis (27/5/2021).

Bupati menjelaskan, terkait pemasaran Kampung Horti ini, masyarakat tidak perlu dikhawatirkan lagi karena semua pembangunan di bagian selatan sedang berjalan.

“Pandemi tidak lantas membuat masyarakat harus terpuruk. Mari kita bangkit untuk ekonomi kita yang lebih baik,” ucapnya.

Ke depan, kata Bupati, etape Tour The France dengan jumlah 1000 orang juga bakal dimulai. Dimana semua sayur sayuran yang disediakan di Kampung Horti ini bisa dipasok untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan. Begitu pun dengan gelaran MotoGP dan Superbike 2021 ini.

“Kalau 150 ribu orang makan apakah Lombok Tengah, mampukah kita memenuhi semua keperluan untuk menghadapi event tersebut? Dan itu harus diperhitungkan sejauh mana kita untuk mampu menyuplai kebutuhan itu nantinya,” ujar Bupati meyakinkan.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian dan pimpinan yayasan yang telah memberikan kesempatan kepada para santri untuk berkarya melalui bidang horti. Kemudian kepada DPRD Bupati mengusulkan, bagaimana jika pondok pesantren diberikan stimulan berupa bibit atau poliback bibit jahe merah atau sejenisnya.

“Pondok pesantren kalau tidak berkreasi susah, karena murid harus dijaga dan guru-gurunya harus diperhatikan dalam mengelola pondok. Karena tidak ada yang gaji, hanya dapet BOS yang kecil, sehingga kita harus diskusi bagaimana dengan uang yang sedikit  bisa membeli bibit yang nanti hasilnya kita bantu untuk marketingnya,” papar Bupati.

Ke depan, lanjut Bupati, Lombok Tengah akan membentuk lembaga yaitu Lembaga Yatim Tersenyum karena sudah membentuk 139 koordinator atau pengurus disetiap desa yang tugasnya memutasi setiap anak yatim yang ada di desa-desa yang ada di Lombok Tengah.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Iskandar menjelaskan, launching ini dilaksanakan atas dasar kepedulian pemerintah (Bupati, Red) bank BRI, dan Jasindo terhadap kelompok tani. Hal ini dijadikan salah satu contoh pengembangan dalam mendukung pelaksanaan kampung sehat dalam menghadapi pandemic Covid-19. Di samping  itu juga salah satu mata pelajaran extrakukikuler bagi siswa siswi di Yayasan Assnunah.

“Persoalan pemasaran, tidak  ada masalah karena pembeli datang langsung untuk memilih dan membeli sayuran yang di lokasi ini,” kata Lalu Iskandar.

Di samping itu pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan penyerahan kartu asuransi Maiq Meres kepada kelompok tani yaitu 180 untuk AUTP dan AUTSK.

Terkait dengan kegiatan ini, menurut Iskandar, sangat sejalan dengan konsep  Kementrian Pertanian Indonesia dalam hal Direktorat Jendral Hortikultura dengan konsep akan ditumbuhkan 1000 Kampung Horti di Indonesia.

“Satu desa satu varietas satu komoditas unggulan yang dikerjakan dari hulu ke hilir, yang merupakan salah satu program Bupati Lombok Tengah,” katanya bangga.

Terkait dengan itu, lanjut Iskandar, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan kepada kampung yang layak yaitu bantuan peralatan, benih dan lainnya.

Adapun program Dinas Pertanian yaitu Gedor Horti (Gerakan Mendorong Pengembangan Hrtikultura dengan Berdaya Saing dan Ramah Lingkungan). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here