ILUSTRASI PETANI PIXABAY

GerbangIndonesia, Sumbawa – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami para petani di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasalnya, harga Gabah Kering Panen (GKP) saat, sangat anjlok. Kondisi tersebut diperparah oleh para pengusaha mitra Bulog.

Pengusaha itu, tidak berani membeli gabah dengan alasan, tidak ada tempat penyimpanan, disebabkan Bulog tidak lagi menerima gabah. Ikhwal inilah yang mendesak perwakilan para petani di kecamatan setempat, mendatangi kantor Bulog Cabang Sumbawa.

Kedatangan para perwakilan petani, Rabu (30/6) lalu, diterima baik pihak Bulog Cabang Sumbawa. Dalam pertemuan tersebut, salah satu perwakilan petani, GP Subahan, mengeluhkan, jika persoalan ini lama di sikapi, maka petani akan sangat dirugikan.

“Kalau gabah kami tidak segera di jual maka dengan sendiri gabah akan rusak.  apabila persoalan ini tidak segera di sikapi maka kami para petani akan mendatangi DPRD Sumbawa,” cetusnya.

Menyikapi keluhan tersebut, pihak bulog melalui Kasub Bulog Cabang Sumbawa, Rahmawati S.Pt, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut, kepada pemerintah kabupaten dan provinsi. Namun belum ada solusi.

“Kami siap melakukan penyerapan dengan catatan, pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah pusat, harus mencari solusi, bagaimana cara gabah maupun beras yang sudah di serap Bulog agar bisa di salurkan,” ujarnya.

“Kondisi gudang saat ini yang sudah penuh, sehingga penyerapan gabah kami hentikan sementara, menunggu keputusan hasil daripada pertemuan kami dengan pemerintah tentang solusi yang akan diambil pemerintah,” sambungnya.

Soal persiapan beras di NTB, diakui dia,  stok Bulog sudah melampau batas. Bahkan stok yang ada, dapat menjamin kebutuhan masyarakat NTB selama 4 tahun ke depan. “Insha Allah, hasil dari pertemuan ini kami akan tindaklanjuti kepada pemerintah Kabupaten, agar bisa mendapatkan Solusinya,” Janji Rahmawati.

Terpisah, Ketua DPRD Sumbawa, A. Rafiq  mengaku, persoalan para petani di Kecamatan Alas, telah diketahui sebelumnya. Karenanya, Dewan akan mengundang para pihak terkait untuk membahas serta mencari solusi untuk menyelamatkan para petani tersebut. (sap)

Editor: lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here