Formastim saat melakukan mimbar bebas di depan Kantor Bupati Lotim, Rabu (1/9). FOTO SUPARDI/ GERBANGINDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Forum Mahasiswa Lombok Timur (Formastim) menggelar aksi mimbar bebas. Aksi di hari ulang tahun (HUT) Lotim ke-126 ini karena dinilai Bumi Patuh Karya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Baca Juga: Bupati Lotim Resmikan Public Safety Center 199 RSUD R Soedjono Selong

Koordinator Umum Aksi, Ade Putra Kurniawan dalam tuntutannya meminta Pemkab Lotim tidak boleh mengunggulkan satu satu destinasi wisata dan melupakan wisata lainnya dan Pemkab Lotim juga harus mampu membangun infrastruktur yang layak.

“Pemda jangan sampai tutup mata melihat destinasi wisata lainnya yang tersebar di Lotim,” teriaknya dalam orasi.

Kata dia, saat ini Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur telah resmi mewakili Indonesia dalam ajang lomba pariwisata desa tingkat internasional yang digelar oleh UNWTO. Namun Pemkab Lotim tidak boleh melupakan wisata lainnya yang ada di Lotim.

Menurut dia, sektor pariwisata yang baik ialah dengan membangun infrastruktur yang baik, untuk menopang perekonomian masyarakat yang ada di destinasi wisata setempat.

“Pemda Lotim saat ini masih juga lemah dalam pengelolaan dan penanganan sampah. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya tumpukan sampah yang belum mampu diakomodir oleh pemerintah,” ketusnya.

Menurut dia, anggaran pengelolaan sampah saat ini begitu banyak, namun tidak dibarengi dengan tindakan yang nyata dari pemkab Lotim dalam penanganan sampah di Lotim.

Selain itu, menurut Ade sektor pertanian juga saat ini juga lagi bermasalah. Dimana saat ini banyak petani di Lotim yang merugi akibat  benih yang disediakan sangat mahal dan tidak sesuai dengan harga hasil panen yang relatif rendah.

“Jangan sampai petani dirugikan dengan benih yang sangat mahal, namun harga hasil panen yang masih minim,” sindirnya.

Selain itu, dirinya juga menuntut Pemkab Lotim agar serius menangani wilayah selatan, karena selama ini begitu banyak persoalan yang dialami oleh masyarakat di wilayah selatan Lotim. Dirinya juga menilai selama ini Pemkab Lotim menyia-nyiakan anggaran yang cukup besar untuk menangani persoalan yang ada di daerah selatan.

“Untuk wilayah selatan itu anggarannya Rp 90 miliar hanya untuk membangun saluran irigasi. Jangan sampai anggaran itu disia-siakan,” jelasnya.

Baca Juga: Bikin Heboh, Oknum PNS Kejaksaan di NTB Punya 7 Istri dan 1 Pacar

Selain itu, Ade juga menyoroti infrastruktur jalan raya yang masih banyak belum bisa diperbaiki oleh pemerintah. Salah satunya jalan yang berada di Kecamatan Lenek yang menuju Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional. Dimana saat ini jalan tersebut masih belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah.

“Jalan-jalan juga masih banyak yang jauh dari kata layak, contohnya jalan yang ada di Lenek itu. Padahal di sana ada BLK Internasional namun sampai saat ini jalannya masih rusak dan masih banyak lagi persoalan lainnya,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here