PMII saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lotim, jumat (1/10). FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Lombok Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lotim, Jumat (1/10). Massa aksi menilai tiga tahun kepemimpinan Bupati HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H Rumaksi SJ dinilai belum maksimal.

Ketua Cabang PMII Lotim, Ahmad Muzakir mengatakan, capaian kinerja dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lotim saat ini belum menuai hasil yang signifikan. Hal tersebut dilihat dari hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim yang belum mampu digarap secara maksimal.

Baca Juga: Digadang-gadang Maju di Pilgub NTB, Jawaban HBK di Luar Dugaan

“Sampai sekarang hingga memasuki triwulan ini, PAD Lotim belum mencapai 50 persen,” ucapnya saat melakukan orasi.

Tahun ini, Pemkab Lotim dinilai banyak menghambur-hamburkan anggaran untuk hal yang kurang produktif. Sehingga Pemkab Lotim mengalami devisit anggaran pada tahun 2021 ini.

Dengan terjadinya devisit anggaran tahun ini, massa aksi juga meminta kepada Pemkab Lotim untuk meyetop anggaran untuk karang taruna dan KNPI.

“Kami minta Pemkab Lotim untuk stop memberikan anggaran kepada Forum Karang Taruna dan stop anggaran untuk KNPI yang termin kedua,” pungkasnya.

Baca Juga: Lombok Football Club Bakal Kontrak Pemain Persiraja Hingga Persija

Dirinya juga menilai arah pembangunan Lotim di bawah kepemimpinan SUKMA dinilai belum sesuai dengan visi-misinya, baik dari sisi pengembangan SDM, pemerataan ekonomi, infrastruktur dan kesehatan.

“Kepemimpinan SUKMA ini belum sesuai dengan visi-misinya. Baik dari kesehatan, infrastruktur dan lainnya,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here