GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim optimistis herd immunity akan tercapai sebelum waktu yang ditentukan pada tanggal 17 November mendatang.
Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Fathurahman mengatakan, hingga saat ini jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 396.785 orang atau sekitar 41,48 persen. Sedangkan jumlah target sebanyak 952.470 orang.
“Untuk capain vaksinasi dosis kedua, sebanyak 115.903 orang atau sekitar 12,23 persen,” terang Fathurahman, saat ditemui GerbangIndonesia di Selong, Rabu (20/10).
Dari data capain tersebut menggambarkan bahwa jumlah orang yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama di Lotim, masih sebanyak 587.987 orang. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 850.165 orang.
“Ini yang kami diskusikan bersama rekan-rekan bagaimana cara kita agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama ini supaya bisa dilakukan dipercepat,” tegasnya.
Adapun, untuk mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama, saat ini pihaknya tengah membuat simulasi.
Dia menjelaskan, jika stok vaksin di Lotim mencapai 35 ribu dosis perharinya, dan masing-masing puskesmas mendapatkan 1000 vaksin, maka waktu pelaksanaan vaksinasi membutuhkan sekitar 17 hari untuk melakukan vaksinasi terhadap masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.
“Tapi dengan catatan kondisi vaksin harus siap setiap hari, sehingga capaian perharinya mencapai 35 ribu,” jelasnya.
“Kalau kita lihat tanggal sekarang dengan batas waktu yang sudah ditentukan, sebenarnya kita bisa penuhi dengan catatan kesediaan vaksin tetap ada,” beber dia.
Dirinya juga mengakui, kendala yang dialami selama ini ialah pengarahan sasaran. Dimana sebelumnya pengarahan sasaran sering dilakukan oleh vaksinator dan terlalu lama jeda waktu dikarenakan terlalu lama menunggu sasaran.
“Artinya Nakes hanya fokus di-secerening, vaksinasi dan monitoring pencatatan pelaporan saja. Jadi jangan sampai Nakes yang mengarahkan sasaran juga, karena saya perhatikan di lapangan ada jeda menunggu sasaran itu datang. Bahkan petugas sudah lelah menunggu baru sasarannya datang,” katanya.
Menurut dia, untuk mempercepat capaian tersebut semua OPD, Camat dan kepala desa harus terlibat dalam vaksinasi tersebut. Sehingga ke depan untuk mempercepat capain vaksinasi pihaknya akan melibatkan semua OPD yang ada.
Baca Juga: Logisik WSBK Berdatangan, Polres Lobar Standby di Pelabuhan
“Jadi semua OPD ini nanti kita bagi ke masing-masing kecamatan. Misalnya Dinas PMD kita suruh ke Kecamatan Pringgabaya atau kecamatan lain,” tutupnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli







