Loket pendaftaran Uji KIR Dinas Perhubungan Lotim nampak sepi. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA




GerbangIndonesia, Lotim – Pelayanan Uji KIR kendaraan di Dinas Perhubungan Lombok Timur tutup sejak 15 Februari lalu. Karena berdasarkan uji dari pusat bawah alat Uji KIR kendaraan yang ada di Lotim mengalami kerusakan dan harus melakukan pengadaan alat baru.

Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk

“Dari tahun sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari pusat bahwa alat kita ada yang rusak dan tidak layak untuk digunakan kembali, jadi harus ada perbaikan dan ada juga yang diganti,” terang Kepala Dinas Perhubungan Lotim, Baiq Farida Apriani saat ditemui di ruangannya, Senin (7/3).

Adapun saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kabupaten, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram dan KLU untuk memberikan pelayanan Uji KIR bagi masyarakat Lotim. Sehingga masyarakat Lotim yang akan melakukan uji KIR di kabupaten tersebut di berikan surat rekomendasi oleh Dishub Lotim.

Adapun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil Uji KIR tersebut akan kembali kepada daerah tempat uji KIR.
Sementara itu waktu penutupan uji KIR di Lotim dirinya belum bisa memastikan sampai kapan waktunya.

“Yang jelas sampai ada perbaikan alat, tapi kita sedang upayakan kita sudah komunikasi kan kepada Pak Bupati dan Sekda,” katanya.

Disebutkan pada tahun 2021 lalu dari jumlah PAD yang telah ditargetkan, Dishub Lotim mampu mencapai target lebih dari 100 persen dari Uji KIR. Sementara pada bulan Januari tahun 2022 sudah mamapu menghasilkan PAD sebesar Rp 90 juta perbulan.

“Kalau bulan Februari kita dapat setengah karena pertengahan bulan kita sudah tutup pelayanan jadi kita tidak ada yang masuk,” jelasnya.

Sementara itu, pada tahun ini dirinya merasa pesimis untuk bisa mencapai target PAD. Mengingat alat uji KIR tersebut sampai saat ini belum bisa dilakukan perbaikan.

Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama

“Kita tidak bisa capai target PAD tahun ini seperti tahun sebelumnya dengan keadaan kita seperti sekarang ini. Jumlah target kita tahun ini sama dengan tahun lalu yaitu Rp 1,2 miliar,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here