Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat menerima sertifikat eliminasi malaria. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangondonesia, Lotim – Kabupaten Lombok Timur berhasil menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menerima Sertifikasi Eliminasi Malaria. Selain Lombok Timur dua kabupaten lainnya yakni Kabupaten Bima dan Dompu. Secara nasional penerima sertifikasi ini mencapai 33 kabupaten.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Pathurahman menjelaskan, penilaian untuk sertifikasi ini telah dilakukan dengan pemantauan langsung di lapangan oleh Kementerian Kesehatan RI.

“Sertifikasi ini didasarkan tidak adanya kasus malaria selama tiga tahun berturut-turut dan penanganan kasus malaria yang dilakukan dengan baik sesuai standar operasional prosedur (SOP),” jelas H Fathurrahman, Selasa (31/5).

Lebih jauh H Pathurrahman menjelaskan, sertifikasi ini tidak bermakna bahwa Lotim tidak boleh memiliki kasus malaria ke depan. Penekanannya adalah pada kemampuan dalam menangani penyakit tersebut.

Pemkab Lotim melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pencegahan penyakit malaria, terutama di kawasan endemis, yaitu di kawasan Laguna atau Menanga.

“Masyarakat memiliki peran strategis dalam pencegahan dan eliminasi penyakit ini,” sebutnya.

Menurutnya pengakuan eliminasi malaria ini penting bagi pembangunan. Mengingat dampaknya terhadap perkembangan sektor pariwisata Lotim di masa yang akan datang. Di sisi lain patut menjadi perhatian masuknya kasus dari luar daerah seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Sertifikat eliminasi malaria sendiri diterima langsung Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy pada peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Adapun dalam peringatan HMS tahun ini yang mengangkat tema “Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria”. Tema ini bertujuan meningkatkan komitmen Pemda dan pemangku kepentingan lainnya, serta memobilisasi dukungan dan peran aktif seluruh komponen masyarakat mewujudkan Indonesia bebas malaria 2030. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

https://youtu.be/E_TLIViRPJQ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here