Big Show Generation GEMA Bahasa Ponpes Al-Madani Lombok. FOTO ISHAQ/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Yayasan Pondok Pesantren Al-Madani Lombok menggelar acara Big Show dalam rangka penutupan program jilid 2 GEMA Bahasa, Sabtu (11/6/2022). Acara oleh santri kelas 3 SMP Islam Al-Madani ini bertempat di Masjid Rahmatan Lil’Alamin Ponpes Al-Madani Lombok.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Program Gema Bahasa merupakan salah satu program unggulan yang ada di Ponpes Al-Madani untuk mengasah kemampuan bahasa asing para santri, baik bahasa Inggris dan Arab.

Salah satu bentuk keseriusan program tersebut adalah terjalinnya kerjasama dengan salah satu lembaga kursus yang ada Kediri Pare Jawa Timur. Sedangkan para tutor terbaik didatangkan dan stay di asrama pondok pesantren.



Ustad Abdul Hayyi Zakaria, S.Pd selaku Ketua Yayasan menyampaikan bahwa Big Show tersebut menandakan para siswa telah melewati masa periode kedua perjalanan Gema Bahasa.

Ia menilai bahwa kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh para santri adalah sebuah bekal dan senjata luar biasa yang diberikan oleh orangtua kepada anak-anaknya.

“Dengan senjata dan skill yang dimiliki ini, akan membuat mereka merangkak lebih jauh. Bukan saja ke luar daerah tapi juga ke luar negeri, karena bapak ibu wali santri sudah memasukkan mereka ke program Gema Bahasa dan mereka sudah menguasai salah satu pengantar komunikasi penting dalam hidup mereka.” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa Program Gema Bahasa tersebut memiliki kurikulum khusus. Dimana empat bulan pertama belajar bahasa Inggris dan empat bulan berikutnya belajar bahasa Arab yang di bimbing dan di bina langsung oleh para guru/tutor yang sudah berpengalaman dan profesional.

“Di Pondok Pesantren Al-Madani insya Allah anak-anak kita akan dibentuk dan dibina setidaknya memiliki lima poin penting. Ada good character, quranic teacher, public speaker, moeslim enterpreneur dan religius leader,” paparnya.

Sementara itu, Ustad Muhammad Tuzri, S.HI.,M.Pd selaku Kepala SMP Islam Al-Madani dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari ratusan ribu sekolah jenjang pendidikan SMP sederajat di NTB, hanya ada 14 sekolah yang terpilih sebagai sekolah penggerak dari Kemendikbud RI. Salah satunya adalah SMP Islam Al-Madani.



“Dari 14 sekolah yang terpilih rata-rata sekolah negeri dan dengan terpilihnya SMP Al-Madani ini menandakan bahwa sekolah swasta juga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” katanya penuh bangga.

Ustad Tuzri melanjutkan, santri hari ini tidak cukup hanya belajar dan menghafalkan Al-Quran saja, namun juga harus dibekali dengan ilmu serta kemampuan lainnya. Salah satunya kemampuan berkomunikasi berbahasa asing.

Baca Juga: BAZNAS RI Deklarasikan Forum Fundraising BAZNAS Se-NTB, Ini Susunan Pengurusnya..

“Dengan bisa berbahasa asing, kita berharap anak-anak kita dimasa yang akan datang bisa berdakwah dengan jangkauan yang lebih luas. Dari situlah lahir sebagai generasi penghafal Al-Quran yang berdaya saing global,” tutupnya. (haq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here