Bupati KLU saat memberikan santunan kepada anak PMI Lombok Utara. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan santunan kepada anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah berpulang bernama Mariana, asal Dusun Tanak Song Lauk Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Rabu (6/7).

Baca Juga: 5 Terobosan Tjahjo Kumolo Selama Menjabat Menpan RB, Salah Satunya Bela Hak Honorer

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu didampingi Kepala Disnaker PMPTSP KLU Dende Dewi Tresni, dan Kepala Dinsos P3A KLU Fatturahman menyerahkan bantuan tersebut secara langsung.

Kepala Disnaker PMPTSP Dende Dewi Tresni mengungkapkan, kronologis kejadian yaitu bermula pada tanggal 25 juni ketika pihaknya dihubungi oleh BP2MI Mataram yang mengonfirmasi menyampaikan ada warga Lombok Utara kerja di Johor Baru Malaysia yang tengah sakit lantas dievakuasi ke RSU Tanjung Pinang Riau. Namun nyawa Mariana tak tertolong lantas ia di makamkan di Riau berdasarkan persetujuan dari pihak keluarga.

“Kemudian hasil kesepakatan keluarga PMI ini di makamkan di Riau ada surat yang ditandatangani keluarga. Kami sebagai bentuk belasungkawa kita melihat kondisi anak yang bersangkutan,” ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya bersama dinas sosial sudah berkoordinasi memberikan sejumlah bantuan mulai dari kebutuhan pokok hingga santunan yang nominalnya mungkin tidak seberapa. Namun diharapkan apa yang sudah diberikan oleh pemda sedikit tidak bisa membantu anak yang sudah ditinggalkan orang tuanya tersebut. Mariana diketahui sudah bekerja hingga 10 tahun di Malaysia namun ia diduga berangkat melalui jalur ilegal sehingga keberadaanya pun sebelumnya tidak bisa di lacak oleh pemerintah daerah.

“Ketika di sana PMI ini memiliki 2 anak, makanya ketika meninggal anaknya langsung dibawa ke sini (KLU) oleh pihak keluarga sedangkan Bapaknya masih bekerja di sana. Bapaknya ini informasinya berasal dari NTT,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati lanjut Dende, menyampaikan rasa prihatinnya lantaran bagaimanapun kehidupan dua anak ini harus tetap berlanjut. Bupati juga berpesan supaya kelak kedua anak ini bisa menjadi anak yang kuat serta berguna bagi bangsa dan negara. Jangan justru mengikuti jejak si ibu ke Malaysia. Sementara ia berpesan kepada Kepala Desa untuk membuakan Kartu Keluarga (KK) sehingga bisa diurus bantuan serta pendidikan mereka ke depan.

“Pesannya Pak Bupati mereka harus kuat mereka harus bisa ngaji belajar yang rajin supaya bisa jadi anak yang berguna jangan justru ke Malaysia. Makanya Pak Kades diminta untuk urus KK nya,” kata Dende menirukan ucapan Djohan Sjamsu.

Diketahui, banyak warga Lombok Utara yang menjadi Pekerja Migran Indonesia berangkat secara ilegal. Tercatat dari data dinas hingga bulan Juni tahun 2022 ini sekitar 500 orang warga sudah berangkat secara resmi yang diurus oleh dinas. Kendati ditenggarai ribuan masyarakat pergi ke luar negeri justru menggunakan jalur ilegal. Hal ini tidak lepas daripada kondisi ekonomi yang mendesak serta bujuk rayu para calo maupun tekong membuat warga ini justru percaya begitu saja.

“Yang tidak resmi ini ribuan makanya kita inginkan secara resmi. Supaya dari sisi berangkat aman ada apa apa ada bpjs yang lindungi, misalnya terpotong gaji kita berikan pendampingan,” ujarnya.

Baca Juga:Jokowi Tunjuk Mendagri Tito Karnavian Menjadi MenPAN RB Ad Interim

“Semoga kasus ini sebagai pelajar agar warga tidak berangkat secara ilegal dan kita pun di sini bisa terus memantau kondisi yang bersangkutan,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here