GerbangIndonesia, Lotim – Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) akhirnya menyatakan sikap terhadap peristiwa yang menimpa dua orang wartawan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pasalnya, kedua wartawan tersebut diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh oknum ASN.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Ketua FJLT, Rusliadi menyampaikan peristiwa kekerasan terhadap pers yang kembali terjadi seakan menjadi bukti sikap antipati oknum pejabat negara terhadap keterbukaan informasi publik.
“Kekerasan dengan dalih apapun tidak dapat dibenarkan. Apalagi kedua wartawan tersebut mendapat perlakuan biadab dengan dicekcoki air kencing,” ujar Rusliadi, Kamis (22/09).
Menurutnya Wartawan adalah penyambung informasi publik. Sehingga sangat tidak layak seorang wartawan mendapatkan perlakuan seperti itu. Sikap oknum ASN tersebut dinilai sebuah perlakuan yang tidak berprikemanusiaan dengan memperlakukan wartawan dengan cara demikian.
Atas insiden tersebut FJLT mendesak aparat kepolisian dalam hal ini Kapolri untuk menuntaskan kasus ini secara profesional. Terlebih saat-saat ini kinerja Polri sedang menjadi sorotan publik, sehingga jangan sampai dengan adanya insiden yang menimpa wartawan ini semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin menurun.
Wartawan Suara NTB itu menyampaikan Polri sebagai institusi penegak hukum terdepan harus benar-benar menegakkan supremasi hukum di Indonesia.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kapolri selaku pimpinan tertinggi institusi, harus juga memberikan instruksi ke jajarannya agar kasus ini dituntaskan, agar oknum tersebut tidak semena-mena terhadap memperlakukan jurnalis,” pintanya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







