Gerbangindonesia, Lotim – Sejumlah wisata non pendakian di bawah naungan Dinas Parawisa (Dispar) Lombok Timur saat ini ditutup sementara. Hal itu berdasarkan adanya imbauan dari BMKG dan BPBD bahwa daerah Lombok khususnya Lotim terjadi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Iswan Rahmadi menyampaikan penutupan sejumlah destinasi wisata ini untuk mengantisipasi berbagai macam bahaya yang sebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi. Seperi tanah longsor, banjir, puting beliung dan bencana alam lainnya.
“Berdasarkan hal itu kami mengambil sikap waspada dan mewaspadai ancaman-ancaman itu sehingga merasa perlu untuk menutup destinasi yang ada di bawah otoritas Dispar, kalau yang dibawah TNGR itu urusan TNGR,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Lotim, Kamis (13/10).
Kata Iswan, tidak semua destinasi wisata yang ada di Sembalun semuanya ditutup. Namun destinasi wisata yang ditutup tersebut merupakan sejumlah destinasi wisata yang berada di bawah naungan Dispar saja.
Sementara jalur pendakian yang ada di bawah naungan TNGR saat ini masih dibuka dan dinilai masih aman untuk dikunjungi wisatawan.
“Yang kita tutup itu wisata Pusuk Sembalun, Joben atau Otaq Kokoq, mencerita sejumlah pantai, kurang lebih ada 11 wisata yang kita tutup karena kita mewaspadai tingginya gelombang, banjir, tanah longsor dan bahaya lainnya,” sebutnya.
Sementara untuk batas penutupan sejumlah wisata tersebut dirinya belum bisa memastikan sampaikan kapan namun tergantung dari kondisi cuaca.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Yang jelas sejak tanggal 10 Oktober lalu sudah kita tutup sampai waktu uang belum bisa kita tentukan, tergantung cuacanya. Kalau cuaca membaik otomatis kita akan buka kembali tapi kalau belum maka akan tetap ditutup. Yang jelas kita tetap akan berkoordinasi dengan BPBD,” pungkasnya.(par)
Editor: Lalu Habib Fadli






