
GerbangIndonesia, Lotim – Lembaga Sodaqoh For Yatim (SFY) Cabang Lombok Timur memberikan santunan kepada puluhan anak yatim yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baiturrahim Kabar, Kecamatan Sakra, Lotim. Santunan yang diberikan berupa uang tunai, ATK dan makanan.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Ketua Umum SFY Korwil Lotim, Zulpadli menyampaikan bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dilakukan. Kegiatan tersebut nantinya akan terus dilakukan di berbagai lokasi di Lotim dan NTB umumnya.
“Kegiatan ini sudah kita lakukan tiga kali, karena memang lembaga ini tergolong masih baru sehingga kami baru beberapa kali melakukannya. Tapi ke depannya ini akan terus berlanjut,” ungkapnya saat ditemui di LKSA Baiturrahim Kabar, Minggu (16/10).
Kata dia, sejauh ini sudah 300 lebih anak yatim telah disantuni, akan tetapi jumlah tersebut dinilai masih sedikit dan akan terus menyusuri anak-anak yatim dan kurang mampu di Lotim, untuk berbagai kebaikan sebagaimana jargon dari SFY sendiri yakni berbagi, bergerak dan menginspirasi.
Selain anak-anak yatim dan kurang mampu, SFY juga memberikan santunan kepada orang tua jumpo dan fakir miski. Santunan tersebut diberikan tidak hanya anak yatim yang ada di LKSA atau panti sosial saja, namun semua anak yatim akan di sasar.
“Ada tim kami nanti yang akan mendata, makanya tim yang ada di SFY ini dari berbagai kalangan. Nanti tim ini yang akan turun mendata anak-anak yatim sehingga bantuan dan santunan itu benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Menurutnya masih banyak anak-anak yatim di Lotim ini yang butuh perhatian, dan santunan. Namun dengan keterbatasan anggaran SFY baru bisa berbagai di dibeberapa tempat saja yang di lakukan hanya 1 kali dalam dua bulan.
Sejauh ini kata dia, belum ada donatur tetap dari SFY, sehingga santunan-santunan yang diberikan selama ini di dapatkan dari Open donasi melalui media sosial dan bebera donatur lainnya. Ia menargetkan jika sudah ada donatur tetap maka kegiatan berbagi itu kan di lakukan minimal 1 kali dalam sebulan.
“Dana ini kami dapatkan dari open donasi karena kami belum ada donatur tetap, ketika dana sudah lumayan terkumpul kami langsung salurkan ke anak yatim dan kurang mampu juga orang tua jumpo. Insyaallah kedepan kalau sudah ada donatur tetap target kami setiap bulan itu kami lakukan santunan ini,” ucapnya.
Lebih jauh Padli menyampaikan kedepanya SFY tidak hanya akan memberikan santunan dalam bentuk uang atau barang saja, namun akan fokus pada pemberdayaan terhadap anak-anak yatim dengan diberikan pelatihan handicraft sehingga anak-anak yatim tersebut bisa menghasilkan kerajinan yang bernilai ekonomis.
Setelah diberikannya pelatihan tersebut diharapakan anak-anak yatim di Lotim tidak lagi akan menerima santunan namun anak-anak yatim ini yang akan memberikan santunan kepada anak-anak yang lain.
“Kita akan berikan pelatihan kerajinan tangan misalnya membuat kerajinan dari bambu, barang bekas, yang bisa mendatangkan rupiah. Sehingga kedepan adik-adik kita yang kita santuni sekarang ini tidak lagi menerima santunan namun dia yang akan memberikan santunan,” ungkapnya.
Dirinya berharap agar pemerintah maupun orang-orang baik lainnya bisa menjadi donatur tetap SFY agar lebih banyak lagi anak yatim yang terbantu dan diberdayakan.
Sementara itu Pengurus LKSA Baiturrahim, Saprul Khairi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh SFY Lotim. Meski tidak adanya donatur tetap, namun tekad dan niat untuk berbagi kebaikan kepada anak-anak yatim dan orang tua jumpo sangat tinggi.
“Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman SFY ini untuk berbagi, jarang sekali kita lihat lembaga yang swakelola dan anggotanya masih muda-muda ditambah minimnya dana karena tidak adanya donatur tetap. Tapi semangat untuk berbagi dan memberdayakan anak yatim itu sangat tinggi,” ungkapnya bangga.
Dirinya berharap kegiatan berbagi kepada anak-anak yatim yang dilakukan oleh SFY ke depanya rutin dilakukan di berbagai tempat dan bisa memberdayakan anak-anak yatim sebagimana yang telah dicanangkan.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Saya berdoa semoga SFY mendapatkan donatur tetap agar kegiatan-kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan setiap bulan sehingga semakin banyak anak-anak yatim yang tersentuh” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






