Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lotim Neni Yuliawati. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mengembangkan tanaman sorgum dengan luas areal tanam 457 hektare. Tanaman ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Peringgabaya dan Kecamatan Aikmel.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lotim, Neni Yuliawati menyampaikan, penanaman sorgum di Lotim dibagi menjadi dua musim yakni musim tanam MK 1 untuk daerah Kecamatan Jerowaru dengan luas areal taman 250 hektare. Sementara di Kecamatan Aikmel dan Peringgabaya saat ini masih persiapan penanaman dengan luas areal tanam 207 hektare.

“Kalau yang di Jerowaru itu kita sudah panen raya bersama kementerian. Panen raya ini dalam sekup kecamatan beberapa kelompok tani yang ada di Sekaroh dan Pemongkong,” bebernya saat ditemui di ruangannya, Jumat (21/10).

Diakuinya hasil panen sorgum saat ini masih belum maksimal, dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal itu dikarenakan penanaman sorgum di Lotim baru pertama kali sehingga perawatannya dinilai masih kurang maksimal.

Selain perawatan yang masih belum sempurna, penyebab kurang maksimalnya hasil panen juga disebabkan oleh hama burung yang banyak memakan sorgum, ditambah lagi dengan sistem penanaman sorgum di Lotim masih berbentuk sport-sport tidak di tanam pada satu hamparan yang luas.

“Kami tidak gagal dalam penanaman tapi ada sesuatu yang tidak pernah kami prediksi terjadi yaitu hama burung yang banyak memakan sorgum ini. Kalau kita tanam di satu hamparan mungkin tidak seberapa yang dimakan, tapi karena kita masih menanamnya berbentuk spot-spot maka ketika dihinggapi hama burung di satu spot itu bisa habis semuanya,” bebernya.

Diprediksikan potensi hasil panen sorgum bisa mencapai 3-4 ton dalam 1 hektare. Sementara lahan yang digunakan untuk penanaman sorgum ini lebih banyak menggunakan lahan yang tidak produktif atau lahan panas, mengingat tanaman ini merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

Kata dia, petani sorgum di Lotim saat ini sudah mencapai ratusan petani dengan 35 kelompok tani. Sementara jumlah areal tanam yang potensial untuk ditanami sorgum di Lotim seluas 25 ribu hektare.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Tanaman sorgum ini berbeda dengan tanaman jagung, kalau sorgum ini setelah panen ditebas kemudian akan tumbuh lagi dan batangnya itu juga dijual untuk diolah menjadi pakan ternak, para petani ini kita sudah hubungkan bersama opteker yang akan membeli batangnya, jadi sorgum tidak hanya bijinya saja yang dijual tapi juga batangnya,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here