
GerbangIndonesia, Lotim – Dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November, ribuan santri Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Lombok Timur (Lotim) menyambutnya dengan Nusantara Bersolawat.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kegiatan ini, berlangsung di Lapangan Hj. Sitti Raihanun ZAM Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Zainuddin, Rabu (9/11). Sejumlah tokoh NW, dan forum pimpinan kecamatan juga ikut dalam Nusantara Bersolawat tersebut.
Lantunan solawat menggema di lapangan. Nusantara Bersolawat ini, juga dirangkaikan dengan pelantikan Paskibraka Ponpes Syaikh Zainuddin, yang akan bertugas mengibarkan bendera pada apel Hari Pahlawan 10 November (hari ini, Red).
Ketua Panitia Hari Pahlawan Nasinonal, Muhammad Munir Fauzi mengatakan, kegiatan Nusantara Bersolawat ini dilakukan sebagai tanda syukur keluarga besar NW atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Selain itu juga, sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan semua pahlawan yang telah membawa bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka.
“Nusantara Bersolawat ini, salah satu cara kami mengaplikasikan rasa syukur,” katanya.
Selain kegiatan Nusantara Bersolawat, beberapa kegiatan lain sebelumnya juga telah dilaksanakan. Seperti hiziban akbar dan beberapa kegiatan lainnya. Termasuk, upacara bendera di Hari Pahlawan 10 November.
“Alhamdulillah, santri maupun jemaah sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan ini,” ungkapnya.
Diungkapkan Muhammad Munir, Almagfurullah Mualana Syaikh sebagai pendiri NWDI, NBDI dan NW yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tahun 2017 lalu. Banyak nilai-nilai perjuangan yang bisa dicontoh atau diteladani, untuk diterapkan untuk menumbuh kembangkan rasa dan jiwa nasionalisme kebangsaan serta meningkatkan cinta tanah air.
“Alhamdulillah, semua kegiatan rangkaian peringatan hari pahlawan ini, mendapat dukungan banyak pihak,” lugasnya.
Sementara Kepala Disos NTB, H Ahsanul Khaliq memberikan semangat pada para santri untuk meneladani semangat perjuangan Almagfurullah Maulana Syaikh sebagai pahlawan nasional kebanggaan masyarakat NTB. Maulana Syaikh memiliki jasa besar terhadap bangsa ini, bukan saja melalui pendidikan tapi juga mengusir penjajah.
“Semangat perjuangan pahlawan nasional Almagfurullah Maulana Syaikh, harus kita warisi,” tegasnya.
Mewakili keluarga Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Hj. Lale Yaqutunnafis mengatakan, Maulana Syaikh adalah Putra Sasak yang merupakan kebanggaan bangsa dan satu-satunya Pahlawan Nasional di NTB.
Semua mengetahui, bagaimana sosok pahlawan nasional ini, dari sejak anak-anak sampai dewasa. Cara berpikir, cara bertindak, bagaimana kecerdasannya, kecerdikan dan lainnya semua mengakui itu, termasuk membebaskan bangsa ini dari penjajah dengan caranya.
Kiprahnya di dunia pendidikan ditunjukkan dengan alasan bagaimana membebaskan masyakakat sasak dari kebodohan dan dari penjajahan. Banyak hal yang dikorbankan, demi bangsa Indonesia bebas dari penjajahan.
Salah satu kecintaan santri dan warga NW pada Maulana Syaikh, bagaimana menghidupkan majelis taklim, menghidupkan perjuangan dan apa yang telah diajarkan.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Buktikan. Semua harus meneladani Almagfurullah Maulana Syaikh, dalam semua hal, terutama dalam menuntut ilmu. Bagaimana agar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan pernah bermalas-malasan karena Maulana Syaikh tidak senang dengan muridnya yang bermalas-malasan,” pungkasnya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli





