GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 107 ribu atau sekitar 87 persen sapi ternak di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah divaksinasi dosis pertama. Jumlah populasi sapi ternak sendiri di Lotim mencapai 125 ribu ekor.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Lombok Timur, H Masyhur menyampaikan, jika mengacu pada data tahun 2021 lalu dengan jumlah populasi sapi ternak di Lombok Timur sebanyak 162 ribu ekor, maka capaian vaksin pertama di Lotim baru mencapai 63 persen.
“Tapi berdasarkan asumsi kami dengan jumlah populasi ternak tahun ini sebanyak 125 ekor maka capaian kita 87 persen,” ungkapnya saat ditemui di Selong, Rabu (30/11).
Sementara itu jumlah sapi ternak yang sudah mendapatkan vaksin kedua sekitar 92 ribu. Sampai saat ini Lombok Timur telah mendapatkan jatah vaksin sebanyak 220 ribu lebih. Namun jumlah vaksin yang telah terpakai baik untuk vaksin pertama maupun kedua sebanyak 198 ribu lebih, sisanya masih ada di kecamatan dan kabupaten.
Disebutkan pula, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Timur saat ini sudah tida ada. Bahkan Masyhur mengklaim, dari 10 kabupaten/kota di NTB, 5 kabupaten di NTB mendapatkan penghargaan sebagai salah satu kabupaten yang berhasil menangani PMK termasuk Lombok Timur.
“Lombok Timur sudah aman dan pasar hewan sudah mulai dibuka bebas, tapi untuk Pulau Lombok saja,” ujarnya.
Kendati Lombok Timur saat ini sudah dikatakan bebas dari kasus PMK, namun kata Masyhur, sapi ternak dari luar daerah belum diizinkan masuk ke Lombok Timur. Sebab terkait hal itu masih sedang dikaji, apakah suplai daging di Lombok Timur bisa terpenuhi atau tidak.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Jika suplai daging kita terpenuhi dengan populasi ternak kita sekarang ini kita tidak datangkan, tapi kalau belum kita akan datangkan sapi Sumbawa atau daerah lainnya,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







