Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur Gusti Ngurah Catur Wiguna. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sejak awal tahun 2022 ini BPJS Kesehatan tidak lagi mencetak kartu secara manual baik peserta mandiri maupun peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Namun saat ini cukup menggunakan aplikasi Mobile JKN.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur Gusti Ngurah Catur Wiguna menyampaikan saat ini kartu BPJS kesehatan telah beralih menggunakan sistem online sehingga masyarakat yang akan berobat tidak lagi membawa kartu BPJS namun bisa diakses melalui aplikasi JKN Mobile.

“Sejak awal 2022 lalu kami sudah gunakan sistem online melalui aplikasi Mobile JKN. Sehingga kami tidak lagi mencetak kartu, begitu belangko kartu itu habis kami tidak lagi mencetak terkecuali ada kondisi khusus yang mengharuskan mencetak,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (13/12).

Diakuinya sampai saat ini belum sepenuhnya peserta BPJS Kesehatan di Lombok Timur telah menggunakan aplikasi ini, hal itu dikarenakan masyarakat belum paham cara menggunakannya. Sementara dari sisi sarana diyakini kedepannya minimal dalam satu rumah itu telah memiliki telpon pintar untuk mengakses mobile JKN.

“Kalau dari sarana, kedepannya semua pasti memiliki telpon minimal dalam satu rumah itu pasti punya telpon. Karena satu telpon itu bisa digunakan oleh satu keluarga,” ucapnya.

Dengan adanya aplikasi JKN Mobile ini juga dinilai sangat memudahkan masyarakat, terlebih masyarakat yang akan berobat kerumah sakit bisa mendaftar dan mengambil nomor antrean dari rumah tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

“Jadi tidak perlu lagi menunggu berjam-jam di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan, karena melalui aplikasi ini masyarakat bisa tau jam berapa akan mendapatkan pelayanan, jadi waktunya tidak sia-sia dan langsung menuju poli tanpa mendaftar lagi,” imbuhnya.

Selain itu kemudahan lainnya menggunakan aplikasi ini ialah peserta juga bisa melihat ketersedian kamar di rumah sakit, sehingga masyarakat tidak bisa dibohongi dengan alasan kamar penuh dan jadwal operasi.

Semua Puskesmas dan rumah sakit di Lombok Timur saat ini telah bekerjasama dengan BPJS kesehatan, sehingga itu akan memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan di Faskes masing-masing. Faskes kesehatan yang telah bekerjasama dengan BPJS kesehatan diharapakan untuk tidak membeda-bedakan pasien umum, BPJS Kesehatan Mandiri dan BPJS Kesehatan PBI.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Karena yang PBI ini telah semuanya telah dibayarkan oleh pemerintah, Jadi tidak ada lagi alasan masyarakat itu dibeda-bedakan apalagi di tolak karena menggunakan BPJS kesehatan,” ungkapnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here