GerbangIndonesia, Mataram – Jumlah warga dunia digital makin tak terbendung. Netizen alias penghuni dunia maya, bahkan kian berjubel. HootSuite (2022) mencatat, saat ini terdapat setidaknya 202 juta warga yang beraktivitas di dunia maya.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Tidak semua netizen punya niat untuk berbisnis, belajar, atau menambah silaturahmi sosial di beragam akun medsos yang kini makin banyak pilihan. “Kalau tak waspada, tak sedikit netizen yang berniat jahat dan membully, menciptakan rasa tidak nyaman,” tulis Kemenkominfo dalam rilis kepada awak media, Selasa (17/5).
Rilis disampaikan terkait rencana Kemenkominfo menggelar webinar literasi digital bersama sejumlah komunitas pemuda Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (17/5) mulai pukul 10.00 WITA.
Mengupas topik menarik: “Kenali Jenis Cyberbullying di Dunia Maya”, webinar akan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten. Mereka adalah Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama NTB Muhammad Amin, Kepala Kantor Kemenag Kab. Lombok Barat Haryadi Iskandar, dan influencer yang juga penyiar radio Army Zen, serta Fitta Mamita sebagai moderator.
Teman-teman pelajar dan remaja, juga beragam komunitas lintas usia seantero Lombok, ayo ikuti acara ini secara gratis. “Caranya, cukup dengan mendaftar ke link pendaftaran https//: s.id/pendaftaranbalinustra1705. Dapatkan e-sertifikat dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” lanjut Kemenkominfo dalam rilisnya.
Terkait tema webinar, Kemenkominfo menambahkan, selain ancaman cyber bullying, tidak sedikit netizen yang menebar rasa takut di dunia maya, sehingga banyak anak yang terancam secara psikologis.
Di banyak negara, lanjut Kemenkominfo, bahkan tidak jarang ditemukan kasus bunuh diri di beragam usia lantaran dibully di dunia maya. “Jangan sampai Anda jadi korban salah gaul dan salah pilih teman di ruang digital,” ujar Kemenkominfo.
Webinar literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD).
”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
Program IMCD diperlukan, karena berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Padahal, pada 2019, jumlahnya masih di kisaran Rp 175 juta orang,” pungkas Kemenkominfo. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







