Pelatihan pengolahan makanan yang dilakukan Pemdes Sigerongan bersama sejumlah mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram), Minggu (16/06/2023). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Barat – Desa Sigerongan masih tercatat sebagai Desa Stunting di Kabupaten Lombok Barat. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Diantaranya adalah peningkatan pelayanan Posyandu di masing-masing dusun, serta pemberian makanan tambahan, hingga pelatihan pengolahan makanan ikan untuk anak dan balita.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Selain fokus pada makanan tambahan, Pemdes Sigerongan juga aktif menggelar berbagai pelatihan pengolahan makanan. Seperti yang dilakukan Pemdes Sigerongan bersama sejumlah mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram), Minggu kemarin (16/06/2023). Pelatihan kali ini dilaksanakan di Dusun Embungpas Timur dengan peserta dari Tim Penggerak PKK dan Kader.

Ketua KKN Unram di Desa Sigerongan, Ade Marta mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar para peserta mendapatakan pengetahuan bagaimana cara mengolah ikan agar menjadi makanan yang sehat dan bergizi serta disukai oleh anak-anak.

“Ikan ini kita olah menjadi bakso ikan dengan bahan-bahan yang ditakar sehingga menghasilkan rasa yang lezat,” kata Ade meyakinkan.

Ade juga mengakui bahwa potensi budidaya prikanan di Desa Sigerongan sangat baik. Sehingga berbagai macam makanan olahan yang berbahan dasar ikan bisa dibuat sebagai makanan yang dapat menabah gizi bagi anak-anak di Desa Sigerongan.

“Kalau anak-anak di sini sering makan ikan dan makanan bergizi, kami yakin kasus stunting di Sigerongan bisa teratasi di masa mendatang,” katanya penuh yakin.

Sementara itu, Kepala Desa Sigerongan, Dian Siswadi H, menjelaskan menjelaskan, stunting bisa terjadi disebabkan juga karena kurangnya asupan gizi pada bayi dan balita. Dari itu, masyarakat membutuhkan makanan tambahan bagi anak-anak.

“Dengan adanya pelatihan pengolahan makanan dari adik-adik Unram ini kita harap menjadi masyarakat bisa menerapkannya di rumah-rumah, sehingga anak-anak kita bisa terbebas dari stunting,” harapnya.

Menurut salah satu peserta pelatihan, Ibu Fauziah mengaku sangat tertarik dengan teknik dan varisasi pengolahan makanan berbahan dasar ikan. Seperti yang dipaparkan mahasiswa dari KKN Unram.

“Saya sangat tertarik dengan variasi serta teknik pengolahan makanan berbahan dasar ikan karna dapat memberikan manfaat khususnya pada peningkatan gizi bayi dan balita,” katanya.

Ia juga menambahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat akan menggunakan produk olahan ikan sebagai pengganti daging pada berbagai olahan makanan.

Begitu pun yang diungkapkan salah satu mahasiswi yang mengikuti pelatihan, Ayu Martina. Dia berharap bahwa makanan olahan berbahan dasar ikan ini dapat digunakan pada setiap menu yang dikonsumsi masyarakat. Sebab dapat menambah gizi dan menjadikan anak semakin cerdas, karena kandungan protein hewani pada ikan yang sangat tinggi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Untuk diketahui, KKN Unram di Desa Sigerongan bakal berlangsung selama 45 hari. Mata kuliah akhir yang diikuti 10 mahasiswa ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat Desa Sigerongan. Selain itu menjadikan pengalaman baru bagi para mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat dalam program pengabdian kepada masyarakat. (yan)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here