
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara melakukan sosialisasi dokumen rencana kontigensi (renkon) bencana. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Mina Tanjung pada Kamis, (10/8) itu dihadiri oleh puluhan peserta terdiri dari sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat, sejumlah perwakilan OPD, hingga pihak BNPB.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Utara, M. Zaldy Rahadian mengungkapkan, dokumen ini sangat penting lantaran diatur menyangkut siapa berbuat apa, dan bagaimana mekanisme penanganan ketika terjadi bencana khususnya gempabumi dan tsunami. Dalam perencanaan pun dilibatkan semua unsure meliputi masyarakat hingga stakeholder teknis yang bersangkutan. Demikian itu ketika terjadi bencana pihak pihak tidak lagi berkoordinasi lama untuk melakukan penanganan.
“Dokumen ini sangat penting karena diatur siapa berbuat apa, bagaimana mekanismenya, karena menjadi penting sebagai tanggungjawab kita bersama,” ungkapnya.
Dijelaskan, klirnya dokumen renkon bencana ini sebelumnya sudah dibahas berbulan bulan sebelum akhirnya selesai. Ini menjadi sebuah pedoman dan sangat penting untuk kemudian diimplementasikan. Rencana selanjutnya BPBD kian intens guna melakukan simulasi, sosialisasi, serta edukasi ke masyarakat hingga ke para siswa sekolah supaya mereka tahu penanganan kejadian ketika bencana.
“Dengan kejadian seperti ini kalau dalam kondisi normal tidak jadi masalah, tapi pada saat bencana dibutuhkan pemahaman kesadaran dari masing-masing stakeholder sesuai ketentuan dokumen. Sosialisasi juga baik melalui media termasuk edukasi ke anak sekolah juga sangat penting,” jelasnya.
Secara umum, menurut mantan Kadis DLHPKP Lombok Utara ini masyarakat cukup banyak belajar dari pengalaman gempabumi pada tahun 2018 yang meluluhlantakan puluhan ribu rumah. Hal ini terlihat manakala dilakukan sosialisasi kebencanaan masyarakat disebutnya cenderung antusias, pihaknya berharap dengan adanya dokumen ini menjadi modal untuk dijadikan pembelajaran serta bekal dalam menghadapi situasi serupa.
“Memang pasca gempa tahun 2018 merupakan pelajaran berharga sehingga ketika kami melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat antusias. Memang wilayah KLU ini rawan bencana apalagi dengan kondisi lempengan penyebab bencana tahun 2018 itu sewaktu waktu bisa akan terjadi lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Indah Fitriana Sari yang mewakilkan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas komitmen kerjasama kolaboratif kepada para pihak yang telah membantu penyusunan dokumen. Ia juga mendorong pemda bisa mengalokasikan keberpihakan anggaran yang konkrit untuk program penanggulangan bencana sebagai tindaklanjut dari dokumen tersebut.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Saya berpesan kepada kita semua yang hadir pada pagi hari ini untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






