Ketua Fraksi PDIP DPRD KLU Tusen Lasima. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Harga bahan pokok seperti beras di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus meroket. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir harga komoditi satu ini sudah menembus angka Rp 15 ribu perkilogramnya.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPRD Lombok Utara, Tusen Lasima menekan pemerintah agar segera melakukan pengendalian harga dengan cara menggelar operasi pasar.

“Harus operasi pasar kalau tidak di lakukan susah nanti, pemerintah harus segera mengendalikan harga,” ungkapnya, Rabu (11/10/2023).

Anggota Komisi II DPRD KLU itu mengatakan, pemerintah atau dinas terkait harus kerja keras dalam mengendalikan inplasi ini, terlebih saat ini daya beli masyarakat masih tergolong rendah maka pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan harga.

“Bila perlu pihak dinas bekerjasama dengan bulog untuk melakukan oprasi pasar,” tegasnya.

“Pemerintah harus secepatnya melakukan pengendalian harga bagaimanapun caranya. Bila perlu pemerintah harus pengadaan beras secepatnya karena kalau urusan makan itu tidak bisa di tunda tunda orang kalau sudah lapar akan bisa berbuat apa saja,” jelasnya.

Menurutnya, perlindungan terhadap pangan daerah kurang maksimal dilakukan pemerintah, padahal produksi pangan (beras) cukup banyak di KLU namun faktanya banyak di kirim keluar maka itu ketika terjadi kelangkaan pun kenaikan harga seperti sekarang ini pemerintah kesulitan untuk memproteksi.

“Padahal kita punya produksi beras cukup tapi karena di kelola pihak luar sehingga stok beras di KLU justru di kirim ke luar,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) UKM Lombok Utara Harianto menegaskan bahwa pihaknya sudah bersurat ke pihak Bulog untuk melakukan operasi pasar. Langkah tersebut diambil dalam upaya menstabilkan harga beras di daerah.

“Bulog sudah melakukan penjadwalan untuk oprasi pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Harianto mengungkapkan, pada anggaran perubahan ini pihaknya juga fokus untuk melakukan pengadaan beras. Pihaknya bahkan sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp 995 juta dengan estimasi setiap kepala keluarga (KK) mendapat 10 kilogram beras.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Minimal kita bisa mengurangi beban masyarakat, Mudah-mudahan bisa realisasi di anggaran perubahan ini,” tandasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here