GerbangIndonesia, Lombok Tengah –Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Perda Nomor 6 tahun 2016 akhirnya memutuskan menolak penggunaan e-votting dalam Pilkades Loteng 2025 mendatang.
Baca Juga: Hadiri Kampanye Terbuka, Sukiman Azmy Ajak Masyarakat Menangkan PKN
Wakil Ketua Pansus, Ahmat Rifai kepada media mengatakan, keputusan itu diambil usai melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Sidoarjo beberapa waktu lalu yang notabene menjadi salah satu daerah yang dijadikan oleh Pemkab Loteng sebagai daerah acuan.
“Kita sudah final untuk menolak kecuali satu fraksi yaitu Gerindra saja,” jelasnya.
Dari hasil kunjungan kerja itu didapatkan beberapa informasi mengenai penggunaan e-votting di daerah itu yang dinilai gagal dalam pelaksanaannya.
Seperti pembelian alat yang cukup mahal sementara penggunaannya hanya bisa sekali pakai karena rentan akan kerusakan. Kemudian mengenai biaya pelaksanaan bimbingan teknis kepada panitia, biaya pemeliharaan alat hingga masalah kerentanan hasil e-votting berpotensi menimbulkan konflik antar warga.
“Bahkan Kepala DPMD yang hadir waktu itu juga menyarankan agar memikirkan lebih jauh lagi kalau kami akan menggolkan Perda itu,” bebernya kemudian.
Selain itu, lanjut politisi PKS yang sudah duduk selama 3 priode di kursi DPRD Loteng ini, pihaknya masih menginginkan agar Pemkab lebih mengedepankan pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebelum menerapkan penggunaan e-votting ini. Sebabnya, alat yang digunakan akan lebih menekankan kesiapan dari para operatornya dan para pemilih yang akan menggunakannya nanti.
“Kalau memang sudah siap SDM gampang kita ubah lagi Perda itu,” sambungnya.
Sementara itu, Zulpan Azhari dari PBB yang ikut dalam Kungker itu membeberkan jika Pemkab Sidoarjo sempat memberi gambaran garis besar terhadap penggunaan e-votting ini. Bahwa dari 14 desa percobaan di wilayah tersebut banyak sekali desa yang kemudian bermasalah karena alat yang digunakan tidak berjalan dengan baik.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Sampai-sampai kami diperingatkan begini, ‘Kalau ragu api itu panas silakan pegang, tapi kalau sudah tau panas jangan coba’. Ini kan peringatan keras yang cukup halus,” tutupnya. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli







