
GerbangIndonesia, Sumbawa – Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Sumbawa – Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.Si., beserta rombongan menghadiri acara Hari Ulang Tahun ke -370 Desa Rhee, bertempat di lapangan Rhee, Senin malam (10/06/2024). Turut hadir Sekda Kabupaten Sumbawa, Camat Rhee, Forkopimca, kepala kesa se-Kecamatan Rhee, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah takut undangan lainnya.
Baca Juga: Ribuan Relawan Siap Menangkan Bang Zul – Abah Uhel
Dalam sambutannya Kepala Desa Rhee, Edi Firmansyah mengatakan, bahwa malam hari ini merupakan malam peringatan hari ulang tahun Desa Rhee yang ke – 370. Malam ini juga kata Edi, akan dilaunching buku sejarah tentang Desa Rhee. Buku sejarah tentang Desa Rhee ini berhasil dicetak bekerja sama dengan Universitas Samawa.
“Kami berharap buku ini akan bermanfaat untuk Masyarakat khususnya Desa Rhee, para ilmuwan para sejarawan. Yang paling penting adalah kami akan menitipkan untuk anak cucu kami ke depannya. Seandainya di dalam launching buku ini terdapat kesalahan dan kekurangan kami mohon saran dan masukkan dari semua pihak,” ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Lembaga Adat Tanah Samawa, Dea Guru Syukri Rahmat mengatakan, sebagai sebuah prosesi yang telah berlangsung dirinya menyampaikan rasa bangga dan salut yang sedikit tingginya.
“Tadi kalau kita menyimak apa yang telah disampaikan oleh Pak Kades begitu banyak prestasi prestasi yang telah dicapai oleh Desa Rhee. Kalau tahun kemarin ada launching Mars Desa Rhee, pada tahun 2024 jauh meningkat yaitu dilaunchingnya buku sejarah tentang Desa Rhee,” ucapnya bangga.
Lebih lanjut Ketua Lembaga Adat Tana Sumbawa menerangkan, buku ini bukan sesuatu yang sederhana. Tidak semua orang bisa menulis dan juga tidak semua desa punya sejarah tertulis. Rhee membuktikan bahwa mereka menjadi berbeda dengan yang lain.
“Mungkin Desa Rhee satu-satunya desa di Kabupaten Sumbawa dalam pengamatan kami yang telah punya buku sejarah secara resmi yakni Desa Rhee. Oleh karena itulah kami menyampaikan ucapan terima kasih atas segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Rhee sebagai bagian dari Tau dan Tana Samawa,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut Dea Guru Syukri sapaan akrabnya menjelaskan, lahirnya suatu buku yang bersejarah dan bersifat historikal itu tidak mudah. Sehingga dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Desa Rhee.
“Desa Rhee lahir 1654. Kalau kita melihat di belakang misalnya Kesultanan Sumbawa lahir 1648, maka hanya berselisih 6 tahun. Kalau Sumbawa kita tarik ke-1648 maka hari ini usianya 376 tahun. Desa Rhee lahir 1654, maka dalam catatan sejarahnya menjadi berumur 370 tahun. Ini luar biasa, dan kita ingin sampaikan bahwa sejarah perjalanan Desa Rhee tentu tidak bisa kita pisahkan dengan sejarah perjalanan Kesultanan Sumbawa. Sekali lagi selamat buat Desa Rhee, mudah-mudahan perayaan hari ulang tahun ini betul-betul menjadi titik start. Titik pijakan untuk selalu berbuat yang terbaik demi pelaksanaan pembangunan Tau dan Tana Samawa,” paparnya.
Pada acara tersebut dalam sambutan tertulisnya Bupati Sumbawa yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Dr. Budi Prasetiyo menyampaikan memiliki sejarah panjang yang telah membentuk identitas dan karakter masyarakatnya selama 370 tahun, desa ini telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya.
“Kita patut berbangga hati, karena Desa Rhee bukan hanya sekedar bertahan tetapi juga mampu menunjukkan eksistensinya sebagai desa yang produktif dan berdaya saing,” kata Dr. Budi.
Salah satu kebanggaan kita semua kata Sekda adalah komoditas unggulan Desa Rhee yaitu jagung manis Rhee. Jagung manis ini tidak hanya dikenal di wilayah Sumbawa, tetapi juga telah menjadi ikon pertanian yang membanggakan keunggulan jagung manis seribu, bukan hanya terletak pada kualitas rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut tetapi juga pada bagaimana komoditas ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Jagung manis Rhee adalah simbol kerja keras, inovasi, dan semangat gotong royong masyarakat Desa Rhee. Melalui pengembangan komunitas ini kita telah melihat bagaimana sebuah desa dapat memanfaatkan potensi lokalnya untuk mencapai kemandirian ekonomi, hal ini sejalan dengan visi kita untuk menjadikan Desa Rhee maju dan mandiri,” ajaknya semangat.
Peringatan hari ulang tahun desa ini juga merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam pembangunan desa, partisipasi aktif dan seluruh elemen masyarakat sangatlah penting kita terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam Setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Pada sambutan terakhirnya Sekretaris Daerah mengajak seluruh warga Desa Rhee untuk terus bekerja sama, menjaga persatuan dan kesatuan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
“Marilah kita jadikan tema peringatan Hut ini sebagai pijakan dan motivasi dalam setiap langkah yang kita ambil untuk kemajuan desa kita tercinta. Sekali lagi selamat merayakan hari ulang tahun desa Rhee yang ke 370. Mari kita terus berkarya dan berinovasi untuk masa depan yang lebih cerah,” tutup Sekda. (anto)
Editor: Lalu Habib Fadli






