Wakapolres Lombok Utara Kompol I Nyoman Adi Kurniawan SH memimpin apel Gelar Ops Patuh Rinjani 2024, bertempat dihalaman Mapolres setempat, Senin (15/07/2024). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Utara – Wakapolres Lombok Utara Kompol I Nyoman Adi Kurniawan SH memimpin apel Gelar Ops Patuh Rinjani 2024,  bertempat dihalaman Mapolres setempat, Senin (15/07/2024). Apel ini juga dihadiri Pabung Kodim 1606/Mataram Mayor Ngakan Marjana, Kompi 3 Batalyon A Pelopor, PJU dan personel Polres Lombok Utara serta Dinas Perhubungan KLU.

Baca Juga: SK DPP Jawab Spekulasi Kepastian Dukungan PKS untuk Pilkada KSB

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K., M.Si. dalam amanatnya  yang dibacakan oleh Wakapolres Kompol I Nyoman Adi Kurniawan S.H. menyebutkan, pasca dibukanya kembali di Provinsi NTB sebagai destinasi wisata domestik maupun internasional, berbagai faktor tentunya turut berimplikasi terhadap munculnya permasalahan di bidang lalu lintas. Salah satunya eningkatnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan masyarakat setempat dan orang asing (WNA).

“Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya upaya nyata dengan melakukan sosialisasi dan imbauan langsung kepada masyarakat dan turis asing,” tutur Wakapolres

Kompol Adi menambahkan, Ditlantas dan Satlantas jajaran res/ta Polda NTB juga telah memasang ribuan imbauan dalam bentuk baliho di berbagai titik yang dianggap rawan laka lantas. Bahkan sudah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pemilik rental roda dua maupun roda empat dengan ketentuan bagi pengguna atau penyewa roda dua atau roda empat harus memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan rental sepeda motor harus menyiapkan helm bagi pengendara, guna terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan lancar.

“Kita menyadari bahwa permasalahan di bidang lalu lintas tidak dapat diselesaikan hanya oleh kerja keras dari personel Polri saja, namun perlu adanya peran serta yang sinergis antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait. Sehingga diharapkan dapat tercapainya koordinasi yang solid guna terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Dalam operasi kali ini dirinya sampaikan pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani 2023 lalu sebanyak 18.713 pelanggaran dengan tilang sebanyak 6.735 dan teguran sebanyak 11.978 serta angka kecelakaan lalu lintas saat Operasi Patuh Rinjani 2023 sebanyak 32 kejadian dengan korban meninggal dunia 9 orang, korban luka berat 7 dan luka ringan 35 orang.

“Dari hasil evaluasi tersebut di atas bahwa dominasi pelanggaran lalu lintas yang terjadi adalah, tidak menggunakan helm sni, tidak menggunakan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu/marka jalan. Sedangkan kasus lantas didominasi oleh faktor human error,” beber Wakapolres.

Dalam rangka mendukung tercapainya Kamseltibcarlantas yang aman dan lancar, Polda NTB beserta segenap stakeholder terkait akan menggelar operasi Kepolisian kewilayahan bidang lalu lintas dengan sandi “Patuh Rinjani 2024” yang akan dilaksanakan selama 14 hari. Dimulai 15 – 28 juli 2024. Pelaksanaan Ops Patuh Rinjani 2024 ini merupakan salah satu upaya Polri dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat. Sehingga diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta menurunkan fatalitas korban kecelakaan, dengan tugas pokok mengedepankan giat edukatif dan persuasif serta humanis didukung gakkum lantas secara elektronik (statis dan mobile) dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dlm berlalu lintas.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

“Saya berharap Polres Lombok Utara dapat berkontribusi maksimal dalam meningkatkan patuh  masyarakat, khususnya kaum generasi milenial. Sehingga mereka dapat lebih disiplin dan patuh akan hukum yang berlaku dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas guna menyelamatkan generasi penerus bangsa di masa mendatang,” harap Kompol Adi. (anto)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here