
Zulkarnain akan selalu dikenang oleh insan Pers, khususnya Kontingen PWI Nusa Tenggara Barat. Medali emas yang diraihnya, sukses mengukir sejarah dalam ajang tiga tahunan tersebut.
LALU HABIB FADLI – BANJARMASIN
Nama lengkapnya Zulkarnain. Pria kelahiran 27 November 1987 di Lenangguar Sumbawa ini, menjadi atlet pertama penyumbang medali emas Kontingen NTB sejak mengikuti ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) sejak tahun 1983 silam.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Pada ajang Porwanas XIII Malang, Kontingen Nusa Tenggara Barat bertengger di papan bawah dengan raihan satu medali perunggu pada Cabor Atletik. Itu pun dipersembahkan oleh Zulkarnain pada kelas yang sama, yakni pada nomor 5000 meter.
Bagi ayah dua anak ini, lari adalah hobi. Meski berprofesi sebagai wartawan sejak 2006, namun dirinya fokus mengolah bakat terpendam yang ia miliki.
“Saya suka olahraga. Terutama sepak bola. Namun dalam 3 tahun terakhir, saya mulai menekuni dunia lari. Saya bahkan bergabung di salah satu club lari di Sumbawa, namanya One Rush Club, binaan Pak Suwandi. Beliau adalah satu atlet lari jarak jauh NTB yang sarat prestasi,” ulas Zulkarnain.
CEO Media Online intanmedia.com ini juga membagikan pengalaman menarik sejak mengikuti kejuaraan Porwanas. Di mana sebelumnya, dia tidak pernah mengikuti ajang Porwanas. Fokusnya hanya menggeleluti dunianya, pencari berita. Namun pada ajang Porwanas XIII Malang 2022 silam, dirinya mulai berpikir untuk mengolah bakatnya tersebut dalam ajang bergengsi sekelas Porwanas.
Benar saja, debut pertamanya langsung mempersembahkan medali perunggu untuk Nusa Tenggara Barat. Saat itu, dirinya harus mengakui keunggulan pelari asal Papua, Gerson Maay dengan catatan waktu 22 menit 52 detik. Menyusul runner up pelari asal Bengkulu, Alpinda Nopra dengan catatan waktu 23 menit 40 detik.
“Saya waktu itu mencatat waktu 24 menit 42 detik. Alhamdulillah, ajang perdana langsung bawa medali,” ulasnya.
Saat pertama kali mengikuti Porwanas, Zulkarnain bertekad untuk tampil maksimal dan bisa meraih podium. Namun pada Porwanas XIV Banjarmasin, dia sudah menargetkan bisa mendapatkan catatan waktu yang lebih baik sedari awal.
“Syukur-syukur perak atau emas. Dan Alhamdulillah hasilnya sesuai target. Medali emas,” kata Zulkarnain dengan sedikit terbata-bata.
Sebelum berangkat ke Banjarmasin, pria murah senyum ini mengaku sudah mempersiapkan fisik dan mental sejak dua tahun lalu. Tepatnya seusai Porwanas XIII Malang 2022. Sejak saat itu, dirinya meyakinkan dirinya bahwa jika berlatih sungguh-sungguh, dirinya bisa memperoleh hasil yang maksimal.
“Konsisten dan disiplin adalah kuncinya. Berlari menjadi menu wajib saya setiap hari. Liburnya hanya hari Minggu,” bebernya.
“Terimakasih kepada semua pengurus dan rekan-rekan PWI Kabupaten Sumbawa dan juga PWI NTB yang sudah memberikan support yang sangat besar. Terimakasih juga club lari saya dan pelatih sehingga saya bisa mengeluarkan potensi saya, dan terakhir buat keluarga saya yang selalu mendukung selama ini,” tukasnya.
Baca Juga: Sumbang Medali Perak, Atlet Balogo NTB Diganjar Bonus
Kontingen NTB sendiri hingga Kamis malam masih menempati peringkat kedua. Berada di bawah tuan rumah Kalimantan Selatan dengan total 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. NTB masih berpeluang menambah medali dari sejumlah Cabor yang akan dipertandingkan Jumat dan Sabtu besok, yakni dari Cabor Catur, Balogo, Tenis Meja, Domino dan Karya Jurnalistik. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli








