Ketua Umum Jaringan Ulama Muda (JARUM) Indonesia, TGH Fauzan Zakaria Lc., M.Si,. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Ketua Umum Jaringan Ulama Muda (JARUM) Indonesia, TGH Fauzan Zakaria Lc., M.Si,. mengharapkan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar memperhitungkan keterwakilan tokoh Indonesia Timur pada pengisian menteri kabinet periode 2024 – 2029. Salah satunya, mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Politisi asal NTB itu dianggap memiliki kelayakan yang tinggi untuk menjadi menteri.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

“Bung Fahri Hamzah adalah diantara sedikit tokoh muda terbaik negeri ini yang memiliki kelayakan tinggi untuk membantu presiden terpilih. Prestasinya nyata. Narasinya kuat serta kontribusi perjuangannya dalam ikhtiar memenangkan Prabowo-Gibran tak terbantahkan, dan satu lagi karakteristik serta komitmen kebangsaan seorang FH sangat mirip dengan Pak Prabowo,” kata kepada media di Mataram, Senin (14/10/2024).

Tuan Guru Fauzan (TGF), panggilan akrabnya menegaskan, terdapat sejumlah tokoh nasional asal Nusa Tenggara Barat yang patut diperhitungkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengisi kabinetnya. Sebut saja mantan Gubernur NTB dua periode, TGH Muhammad Zainul Majdi (TGB), mantan Dubes RI untuk Turkey Lalu Muhammad Iqbal, dan Dr. Zulkifkimansyah yang keduanya Calon Gubernur NTB.

“Tapi untuk konteks kabinet Prabowo-Gibran, yang paling cocok adalah Bang Fahri,” ulasnya.

TGF juga menaruh harapan besar agar pelantikan Presiden terpilih aman dan berjalan dengan lancar serta dapat segera bekerja melaksanakan program yang telah disiapkan.

Profil Fahri Hamzah

Fahri Hamzah lahir di Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 10 November 1971. Dia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) pada tahun 1990-1992. Namun di tengah perjalanan, dia pindah ke Jakarta dan masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1992.

Saat di Universitas Indonesia, Fahri Hamzah dikenal aktif sebagai aktivis. Ia pernah menjadi Ketua Umum Forum Studi Islam di Fakultas Ekonomi UI. Dia juga tercatat pernah menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan di Senat mahasiswa UI pada periode 1996-1997.

Fahri juga turut berperan dalam kelahiran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Malang dan menjabat Ketua I pada periode 1998-1999. Hal ini seiring bergulirnya reformasi pada 1998.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

Pada pemilu 2004 ia terpilih untuk pertama kalinya sebagai anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera dan puncak karir politiknya di legislatif adalah pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, kini ia menjadi salah satu kandidat kuat yang akan duduk pada jajaran kabinet Prabowo-Gibran. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here