Wabup Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya dalam kegiatan Safari Ramadan yang berlangsung di Masjid Jami' Darussalam, Banjar Kemuning, Selasa malam (18/03/2025). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Timur – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, menekankan pentingnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembangunan di wilayahnya. Dalam kegiatan Safari Ramadan yang berlangsung di Masjid Jami’ Darussalam, Banjar Kemuning, Kecamatan Selong, Selasa malam (18/03/2025), ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan kewajiban pajak demi kemajuan daerah.

Menurut Wabup Edwin, PAD berperan besar dalam mendukung berbagai program pemerintah, salah satunya distribusi paket bantuan sembako yang telah diberikan kepada 237 ribu kepala keluarga sejak 17 Maret lalu. Ia juga menyoroti perlunya partisipasi masyarakat dalam meningkatkan PAD, termasuk melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Pembangunan daerah sangat bergantung pada kontribusi masyarakat dalam pembayaran pajak. Dengan meningkatnya PAD, semakin banyak program yang dapat kita realisasikan untuk kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Pada tahun 2025, Pemkab Lombok Timur menargetkan PAD sebesar Rp 550-600 miliar. Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut masih kurang dari 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut.

Selain membahas PAD, Wabup Edwin juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan. Ia mengapresiasi masyarakat Banjar Kemuning atas kontribusi mereka dalam pembangunan Masjid Jami’ Darussalam dan berharap pembangunannya dapat segera diselesaikan. Pemerintah daerah pun siap memberikan dukungan guna mempercepat proses penyelesaiannya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta Kepala Dinas Perdagangan. (win)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here