Sejumlah anggota TNI membangun pondasi penampungan air. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Di tengah hamparan perbukitan Desa Giri Madya, Kecamatan Lingsar, suara palu dan cangkul bergantian terdengar sejak pagi. Debu berterbangan di antara derap langkah Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Kodim 1606/Mataram yang bahu-membahu bersama warga membangun pondasi penampungan air. Di sinilah harapan baru masyarakat Dusun Awang Madia mulai digali, harapan akan mengalirnya air bersih yang telah lama dinanti.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Selama bertahun-tahun, warga di dusun ini hidup dengan keterbatasan air. Ketika kemarau tiba, sumber air di lereng menipis, dan warga harus berjalan jauh menenteng jeriken menuju sumber terdekat. Kadang, air yang mereka dapat pun tidak sepenuhnya layak untuk dikonsumsi. Kondisi ini menjadi keseharian yang perlahan diterima, hingga akhirnya datang kabar bahwa TMMD akan membangun sistem pompa hidram di desa mereka.

“Air di sini itu seperti emas,” ujar I Nengah Labe, Kepala Dusun Awang Madia, sambil tersenyum haru.

“Kami sudah lama menunggu bantuan seperti ini. Dengan adanya pompa hidram dari TMMD, warga kami tidak perlu lagi bangun pagi-pagi membawa ember ke sumber air,” sambungnya.

Pompa hidram teknologi sederhana yang memanfaatkan tekanan air untuk memompa tanpa listrik menjadi solusi yang tepat bagi daerah perbukitan seperti Giri Madya. Sistem ini akan menyalurkan air dari sumber di bawah bukit ke pemukiman warga di atasnya.
Pekerjaan dimulai dari pembangunan pondasi penampungan air yang dikerjakan secara gotong royong.

Sertu Dewe Made Artayasa, kepala tukang dalam kegiatan itu, menjelaskan bahwa pondasi ini merupakan bagian vital dari sistem yang akan menyalurkan air ke rumah-rumah warga.

“Setiap adukan semen dan batu yang kami pasang bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol harapan warga terhadap kehidupan yang lebih layak,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kapten Inf Saparudin, Dan SSK TMMD Ke-126, mengatakan bahwa proyek air bersih ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah rakyat.

“Air adalah kebutuhan dasar. Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil seperti ini mendapatkan akses air bersih yang layak. Itulah esensi TMMD membangun dari desa untuk Indonesia,” tegasnya.

Kini, di bawah sinar matahari sore, warga dan prajurit TNI tampak bekerja tanpa lelah. Anak-anak berlarian di sekitar lokasi, sesekali membawa air minum untuk para pekerja. Suasana penuh semangat itu seperti menggambarkan betapa besar arti sebuah tetes air bagi kehidupan mereka.

“Kalau nanti airnya sudah mengalir, saya ingin buat kebun sayur di belakang rumah,” kata seorang warga, Ni Wayan Sarti, sambil menatap gundukan tanah di mana pompa hidram akan dipasang.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

TMMD Ke-126 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai gotong royong dan rasa memiliki di kalangan masyarakat desa.
Bagi warga Awang Madia, air bersih bukan lagi sekadar impian. Ia kini sedang dalam proses menjadi kenyataan mengalir bersama keringat dan kebersamaan antara TNI dan rakyat. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here