
Malam itu, aula kecil TK PAUD Al-Ahari di Dusun Murpeji, Desa Dasan Geria, tampak berbeda dari biasanya. Lampu-lampu menyala terang, suara anak-anak sesekali terdengar dari kejauhan, dan puluhan warga berduyun-duyun datang.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Mereka bukan untuk rapat desa, melainkan menghadiri sosialisasi bahaya narkoba dan penyuluhan hukum yang digelar Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1606/Mataram, Sabtu malam (01/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nonfisik TMMD yang berfokus pada pembinaan karakter dan kesadaran sosial masyarakat. Tak hanya membangun jalan dan talut, TMMD juga hadir menata cara berpikir masyarakat agar lebih kuat menghadapi ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba.
Malam itu, suasana begitu cair. Warga mendengarkan dengan saksama paparan dari perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Beben, yang berbicara lugas namun hangat.
“Narkoba bukan hanya musuh hukum, tapi musuh masa depan anak-anak kita. Sekali terjerumus, sulit keluar. Mari kita jaga generasi muda bersama,” katanya, disambut anggukan warga yang duduk rapi di bangku plastik.
Dari sisi lain ruangan, perwakilan Kejaksaan Negeri Mataram, Budi Satriana, S.H., menambahkan pesan penting soal kesadaran hukum.
“Hukum itu bukan untuk menakuti, tapi untuk melindungi. Kalau masyarakat paham aturan, mereka bisa hidup aman dan tertib,” ujarnya.
Tak kalah bersemangat, Peltu Selamet Basuki dari Satgas TMMD menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“TMMD tak hanya membangun jembatan dan rabat beton. Kami ingin membangun manusia yang kuat, sadar hukum, dan jauh dari narkoba,” tegasnya.
Warga yang hadir tampak antusias. Di antara mereka, Inak Nasrah (45), seorang ibu rumah tangga, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan semacam ini.
“Biasanya kami hanya dengar dari berita. Sekarang kami tahu langsung jenis-jenis narkoba dan hukumannya. Jadi bisa lebih hati-hati menjaga anak-anak,” katanya sambil tersenyum.
Bagi warga Dusun Murpeji, kegiatan malam itu bukan sekadar penyuluhan. Ia menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan aparat negara, tempat saling belajar dan memperkuat keyakinan bahwa desa yang damai dan bebas narkoba bukan hal mustahil.
Program TMMD di Dasan Geria telah membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu berbentuk beton dan semen. Di baliknya, ada upaya membangun kesadaran, karakter, dan semangat hidup sehat di tengah masyarakat.
“Karena membangun desa bukan hanya soal jalan yang rata, tetapi tentang hati dan pikiran yang kuat menghadapi zaman,” ujar Peltu Selamet.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Di bawah langit Lingsar yang mulai temaram, suara warga masih terdengar bersahutan. Malam itu, Dusun Murpeji tak hanya diterangi lampu, tapi juga oleh kesadaran baru untuk melawan narkoba dan menjaga masa depan desanya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






