Bupati Lombok Utara saat menyampaikan penjelasan ke DPRD soal RAPBD 2026. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama DPRD setempat menggelar rapat paripurna penjelasan kepala daerah terkait rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) tahun 2026, bertempay di ruang sidang DPRD, Senin (03/11/2025).

Dalam rapat tersebut Bupati Lombok Utara Dr . TGH, Najmul Akhyar SH.,MH,.menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus pemerintah pada pembangunan daerah di tahun 2026 mendatang, antara lain percepatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi yang berbasis produktifitas dan investasi ,penguatan ketahanan viskal daerah serta peningkatan pelayanan publik yang merata dan berkadilan.

“Tahun 2026 nanti merupakan tahun yang sangat strategis dan pemerintah pusat sudah menetapkan tema kebijakan viskal, selain itu, Kita harus mengikuti dan menjaga kesinambungan daerah dengan meningkatkan kesejahtraan masyarakat secara berkelanjutan, ini menjadi fokus kami,” ungkap Bupati dua periode itu.

Najmul mengatakan, dalam konteks ini pemerintah pusat juga memberikan dukungannya berupa dana transfer yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas belanja daerah, memperkuat sinergi viskal, serta mendukung urusan wajib pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur pelayanan publik.

“Kondisi ini menuntut kita di daerah untuk membahas lebih cermat kebijakan -kebijakan belanja daerah dan memperkuat perencanaan,” katanya.

Najmul menegaskan, apapun yang dihasilkan dari APBD nanti di tahun tersebut harus dimaksimalkan guna mendukung percepatan pembangunan di daerah.

“Penyunan RAPBD ini bukan hal yang mudah, namun dengan semangat kolaborasi dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif saya yakin kita bisa menghasikan APBD yang realistis, responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Najmul mejelsakan, RAPBD tahun 2026 ini masih konsisten dengan postur anggaran yang sudah disepakati, dengan rincian PAD sebesar Rp. 341 miliar lebih, dana transfer sebesar Rp. 847 miliar lebih, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 1 teriliun lebih, angaran belanja Ini terdiri, belanja oprasional Rp. 809 miliar lebih, belanja modal seberar Rp. 208 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp. 3 miliar lebih, sementara belanja transfer dianggarkan sebesar Rp.162 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 5 miliar.

“Secara rinci nanti kita akan sampaikan ke DPRD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Perindo itu menyampaikan, berdasarkan surat direktorat jendral perimbangan kementrian keuangan (Kemenkeu) No.s.62/pk/025/2025, perihal rancangan dana transfer ke daerah tahun 2026 mengalami penyesuaian anggaran yang semula Rp.847 milar lebih menjadi Rp.640 miliar lebih atau mengalami penurunan sekitar Rp.206 miliar lebih.

“Penurunan ini tidak terjadi di KLU saja tapi ini merupakan kebijakan nasional, dimana pemerintah pusat mendorong efisiensi belanja daerah dan mendorong optimalisasi PAD,” tandasnya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here